JAKARTA,- Usulan tersebut telah disampaikan kepada PT Pupuk Indonesia dengan menyasar 11 kabupaten, yakni Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, Sabu Raijua, dan Rote Ndao.
Menurut Usman, ketersediaan stok pupuk saja tidak cukup jika akses petani terhadap kios penyalur masih terbatas. Karena itu, penambahan kios perlu mempertimbangkan luas lahan pertanian, jumlah petani, serta jarak sentra produksi dari lokasi penyaluran.
“Jangan sampai pupuk bersubsidi tersedia, tetapi petani justru kesulitan mendapatkannya karena kios terlalu jauh. Subsidi seharusnya membantu petani, bukan membuat mereka kembali terbebani oleh persoalan distribusi,” tegas Usman, Sabtu (24/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia meminta PT Pupuk Indonesia melakukan pemetaan kebutuhan kios di wilayah-wilayah yang akses distribusinya belum memadai. Usman berharap usulan tersebut segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret agar pupuk bersubsidi lebih mudah dijangkau, tepat waktu, dan benar-benar memberikan manfaat bagi petani di NTT.**









