Wajah Negara Dipermalukan: Kegagalan Proyek Irigasi Ratusan Miliar di Perbatasan RI-Timor Leste 

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek milik Kementerian PUPR di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Proyek milik Kementerian PUPR di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Belu-CMBN,-Di perbatasan RI-Timor Leste, sebuah proyek irigasi besar yang digelontorkan dari APBN dengan misi mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional, justru berubah menjadi ancaman serius bagi nasib petani.

Proyek ini dikelola oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) NTT 2 melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan nilai Rp102,145 miliar.

Tiga paket pekerjaan irigasi di Kabupaten Belu, yaitu DI Halilulik, DI Raimetan, dan DI Raiikun, telah dikontrakkan kepada PT Adhi Karya. Namun, hingga kontrak berakhir pada 31 Desember 2025, proyek ini masih terbengkalai dan belum menunjukkan hasil yang signifikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

DI Raimetan dan DI Raiikun belum menunjukkan progres apa pun, sementara DI Halilulik stagnan dan jauh dari target. Kondisi ini membuat petani di Desa Naitimu sangat kecewa dan merasa dirugikan. Mereka telah melakukan aksi protes untuk meluapkan kekecewaan atas proyek negara yang justru menghambat kehidupan mereka.

Pelaksana proyek dari PT Adhi Karya, Joni Tefa, mengakui keterlambatan signifikan di ketiga paket irigasi tersebut. Ia berdalih, pekerjaan mangkrak akibat kelalaian subkontraktor CV Tonber yang disebut kekurangan tenaga kerja.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan persoalan lebih dalam, yaitu indikasi kegagalan manajemen proyek dan pengawasan negara.

Petani di Desa Naitimu mengaku paling dirugikan. Biasanya mereka sudah mulai tanam sejak akhir Desember, namun tahun ini sawah mereka kering dan air tak mengalir. “Kalau memang tidak sanggup, kenapa gusur dan rusak semua? Dulu meski seadanya, kami tidak pernah terlambat tanam seperti sekarang,” keluh petani di Dusun Nusikun.

Mereka mendesak Kementerian PUPR, BWS NTT, dan DPR turun tangan serius sebelum kegagalan proyek ini berujung pada bencana sosial dan ekonomi di sektor pertanian. Proyek ini seharusnya menjadi solusi bagi petani, namun justru menjadi beban bagi mereka.

Kegagalan proyek ini juga menunjukkan kurangnya pengawasan dan manajemen yang efektif. BWS NTT 2 harus bertanggung jawab atas kegagalan ini dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki situasi.

Petani di Desa Naitimu berharap agar proyek ini dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat bagi mereka. Mereka tidak ingin proyek ini menjadi sia-sia dan hanya menguntungkan segelintir orang.

Kementerian PUPR dan BWS NTT harus segera mengambil tindakan untuk menyelesaikan proyek ini dan memberikan kompensasi bagi petani yang dirugikan. Mereka harus memastikan bahwa proyek ini tidak akan terulang lagi di masa depan.

Proyek irigasi ini adalah contoh dari bagaimana proyek besar dapat gagal jika tidak dikelola dengan baik. Kita harus belajar dari kesalahan ini dan memastikan bahwa proyek-proyek serupa dapat diselesaikan dengan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat.(*CMBN01)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.