Mbay — Di tengah keterbatasan warga yang masih bertahan di camp pengungsian mandiri pascagempa Flores, kepedulian tidak cukup hanya diwujudkan dengan mengirimkan bantuan. Pada Sabtu (22/8/2026), Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera (YNS) menghadirkan tenaga medis dan obat-obatan untuk memberikan pengobatan gratis kepada warga terdampak gempa di Dusun Londang, Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.
Bagi warga yang telah berhari-hari tinggal di tenda dan tempat pengungsian darurat, layanan kesehatan menjadi kebutuhan yang tak kalah penting dari pangan. Tim medis YNS memeriksa warga yang mengalami berbagai keluhan kesehatan sekaligus memberikan obat-obatan secara cuma-cuma. Kehadiran tersebut menjadi bentuk nyata bahwa bantuan kemanusiaan tidak berhenti pada pembagian logistik, tetapi menyentuh langsung kebutuhan warga di tengah situasi sulit.
Kepala Tim Tanggap Bencana Gempa Flores YNS, Vincent Mone, mengatakan kondisi sejumlah camp pengungsian masih memprihatinkan. Warga bukan hanya menghadapi dampak gempa, tetapi juga keterbatasan air bersih dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Situasi itu berpotensi memengaruhi kebersihan dan kesehatan masyarakat apabila tidak segera mendapat perhatian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Warga tidak hanya membutuhkan makanan dan bantuan logistik. Mereka juga membutuhkan pelayanan kesehatan karena sudah berhari-hari tinggal di camp pengungsian dengan kondisi yang serba terbatas,” kata Vincent.
Langkah YNS tersebut merupakan bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan yang telah disiapkan sejak awal masa tanggap darurat. Founder YNS, Yusinta Nenobahan Syarief, menurunkan tim relawan pada Rabu (19/8/2026) menggunakan kapal laut menuju wilayah terdampak. Dalam misi tersebut, YNS mengerahkan tenaga kesehatan, obat-obatan hingga ambulans untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Bantuan tidak hanya berupa layanan medis. YNS juga menyiapkan beras, minyak goreng, mi instan, makanan kaleng dan air mineral, serta P3K dan kebutuhan medis. Untuk kebutuhan keluarga, bantuan dilengkapi selimut, sarung, paket kebersihan, popok dan makanan bayi hingga matras atau tikar. Seluruhnya disiapkan untuk menjawab kebutuhan dasar warga yang harus menjalani hari-hari pascabencana dalam kondisi serba terbatas.
Gerakan kemanusiaan itu dirancang menjangkau tujuh kabupaten terdampak di Flores, yakni Ende, Ngada, Sikka, Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat. Pada kloter pertama, tim YNS bergerak ke Ende dan Nagekeo, sekaligus melakukan pemantauan lapangan. Survei tersebut menjadi dasar untuk memetakan kebutuhan warga sebelum penyaluran bantuan pada kloter berikutnya.
“Kita dari Yayasan YNS sudah siapkan bantuan untuk saudara-saudari kita yang terkena bencana gempa bumi di Flores. Hari ini kita berangkatkan tim untuk mengantarkan bantuan yang sudah kita siapkan, sekaligus melakukan survei lagi untuk persiapan kloter kedua,” ujar Yusinta, yang akrab disapa Uchi.
Bagi YNS, setiap bantuan bukan sekadar paket yang berpindah tangan, melainkan pesan bahwa warga terdampak gempa tidak berjalan sendirian melewati masa sulit. Dari pangan, perlengkapan dasar, layanan kesehatan hingga pemetaan kebutuhan di lapangan, YNS berupaya hadir mengikuti kebutuhan warga. Di tengah puing dan ketidakpastian pascagempa, kepedulian yang hadir langsung menjadi bagian penting untuk membantu masyarakat Flores bangkit dan kembali menata kehidupan.***









