1.300 Karya Disaring, Siswi SMKN 4 Kupang Masuk Sembilan Besar Kompetisi Pidato AHY Muda

Jumat, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prevy Seltriani Taek

Prevy Seltriani Taek

KUPANG — Gagasan tentang bagaimana potensi kekayaan alam Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat diolah menjadi sumber kesejahteraan mengantarkan Prevy Seltriani Taek, siswi SMKN 4 Kupang, menembus sembilan besar nasional dalam kompetisi pidato AHY Muda.

Prevy terpilih dari sekitar 1.300 karya peserta yang mengikuti kompetisi tersebut dari berbagai daerah di Indonesia. Ia selanjutnya akan mengikuti tahapan penentuan tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 14–15 September 2026 di Jakarta.

Capaian ini menjadi prestasi tersendiri bagi Prevy sekaligus menunjukkan bahwa pelajar NTT mampu membawa gagasan daerah ke ruang kompetisi nasional. Sebagai siswi sekolah menengah kejuruan, ia tidak hanya berbicara tentang pendidikan, tetapi juga mengangkat persoalan ekonomi dan masa depan anak muda di daerahnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pidato berjudul “Dari Potensi Menjadi Kesejahteraan”, Prevy menyoroti kekayaan sumber daya yang dimiliki NTT. Mulai dari laut, rumput laut, garam, kopi, jambu mete, peternakan, pertanian hingga tenun, menurutnya, merupakan potensi yang dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah apabila dikelola dengan baik.

Di tengah kekayaan tersebut, masih terdapat persoalan yang dihadapi generasi muda NTT. Banyak anak muda memilih meninggalkan daerah untuk mencari pekerjaan dan membangun masa depan di luar NTT. Bagi Prevy, kondisi itu seharusnya menjadi bahan refleksi mengenai bagaimana daerah menciptakan lebih banyak kesempatan bagi generasi mudanya sendiri.

Ia berpandangan, persoalannya bukan semata-mata karena NTT kekurangan sumber daya. Tantangan yang lebih penting adalah bagaimana sumber daya tersebut diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah, sehingga mampu membuka peluang usaha sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.

Gagasan itu kemudian ia hubungkan dengan pendidikan vokasi. Menurut Prevy, pendidikan di SMK tidak semestinya hanya dipersiapkan untuk mencetak lulusan yang siap mencari pekerjaan. Pendidikan vokasi juga perlu terhubung dengan potensi ekonomi daerah, sehingga lulusan memiliki keterampilan untuk mengembangkan produk, membangun usaha dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja bagi dirinya maupun orang lain.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari pidato Prevy dalam kompetisi AHY Muda. Ia ingin menunjukkan bahwa anak muda NTT tidak kekurangan gagasan. Dengan pendidikan, kesempatan dan ruang yang tepat, mereka juga mampu berbicara mengenai persoalan daerah dan bersaing di tingkat nasional.

Perjalanan menuju sembilan besar nasional karena itu bukan sekadar pencapaian dalam sebuah lomba pidato. Bagi Prevy, panggung tersebut menjadi kesempatan untuk membawa cerita tentang NTT sekaligus menyampaikan pandangan mengenai bagaimana potensi daerah dapat diubah menjadi peluang ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Menjelang tahapan penentuan nasional di Jakarta, dukungan masyarakat NTT menjadi bagian penting bagi perjuangan Prevy. Pelajar, guru, mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas hingga diaspora NTT diharapkan dapat ikut memberikan dukungan dengan menyaksikan video pidatonya di media sosial, memberikan apresiasi dan membagikannya kepada masyarakat yang lebih luas.

Dari sekitar 1.300 karya hingga tersisa sembilan besar nasional, Prevy telah melewati satu tahap penting. Kini, siswi SMKN 4 Kupang itu bersiap membawa gagasan tentang potensi, pendidikan vokasi dan masa depan generasi muda NTT ke panggung nasional di Jakarta.

Bagi Prevy, kompetisi tersebut bukan hanya tentang mengejar kemenangan. Lebih dari itu, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa anak muda dari NTT memiliki kemampuan, gagasan dan keberanian untuk berbicara tentang masa depan daerahnya di tingkat nasional.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Kupang Ukir Prestasi Nasional, Masuk Lima Besar Kompolnas Award 2026
Keindahan Bougenville di Civic Center Oelamasi, Jejak Sunyi Seorang ASN
Turun ke Lapangan, Usman Husin Temukan Data Penerima Bantuan Beras Perlu Diperbarui
Upaya Mediasi Buntu, Teldi Mooy Tempu Jalur Hukum Laporkan Penggelapan SHM di Polisi
KADIN NTT Dorong FTZ, Bidik Lompatan Ekonomi dan Pasar Internasional
Polres Kupang dan PN Oelamasi Rajut Komunikasi, Ikhtiar Merawat Integritas dan Keadilan 
Usman Husin Minta Pemutakhiran Bansos Diperkuat: Kondisi Riil Warga Jadi Acuan
Usman Husin Soroti Data Bantuan Pangan di Kupang: Jangan Sampai yang Membutuhkan Terlewat

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:44

Polres Kupang Ukir Prestasi Nasional, Masuk Lima Besar Kompolnas Award 2026

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Keindahan Bougenville di Civic Center Oelamasi, Jejak Sunyi Seorang ASN

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Turun ke Lapangan, Usman Husin Temukan Data Penerima Bantuan Beras Perlu Diperbarui

Rabu, 16 September 2026 - 00:30

KADIN NTT Dorong FTZ, Bidik Lompatan Ekonomi dan Pasar Internasional

Selasa, 15 September 2026 - 01:10

Polres Kupang dan PN Oelamasi Rajut Komunikasi, Ikhtiar Merawat Integritas dan Keadilan 

Berita Terbaru

Suasana guru & murid; ft: Roni

Opini

Ruang Kelas: Laboratorium Peradaban

Kamis, 17 Sep 2026 - 04:28

Konten tidak bisa disalin.