ROTE NDAO, – Ratusan petani di Desa Daleholu, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, memanfaatkan momentum pertemuan bersama Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, untuk menyampaikan berbagai kebutuhan sektor pertanian yang selama ini menjadi harapan masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (1/7/2026) di Dusun Tutus, RT 04/RW 01, Kampung Fafalu, itu berlangsung hangat dan penuh dialog. Warga secara terbuka menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, mulai dari keterbatasan alat mesin pertanian hingga kebutuhan infrastruktur pendukung bagi peningkatan produktivitas lahan.
Dalam kesempatan tersebut, Usman Husin mengatakan kehadirannya bukan sekadar agenda reses, melainkan untuk memastikan aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan melalui kewenangan yang dimilikinya di DPR RI. Menurutnya, masyarakat Rote Ndao selama ini menginginkan adanya keterwakilan putra daerah yang benar-benar hadir dan memperjuangkan kebutuhan mereka di tingkat nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama ini masyarakat Rote terus berharap ada wakil yang mampu membawa dan memperjuangkan aspirasi mereka di DPR RI. Saya ingin memastikan suara itu benar-benar sampai dan diwujudkan dalam bentuk program nyata,” ujar Usman.
Ia menilai sektor pertanian harus menjadi perhatian utama karena sebagian besar masyarakat Rote Ndao menggantungkan hidup pada bidang tersebut. Menurutnya, lebih dari 90 persen penduduk di daerah itu berprofesi sebagai petani sehingga berbagai program pemerintah harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Usman juga menilai kondisi geografis Rote Ndao sangat potensial untuk pengembangan komoditas kelapa sebagai tanaman jangka panjang yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Karena itu, ia mengaku terus mendorong berbagai bantuan bagi petani melalui program aspirasi.
Ia mengungkapkan, pada 2025 sebanyak 15 ribu bibit kelapa telah disalurkan ke wilayah Rote Selatan. Sementara pada tahun ini, melalui program aspirasi, bantuan puluhan unit traktor roda dua dan roda empat kembali dialokasikan untuk kelompok-kelompok tani di Kabupaten Rote Ndao.
“Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani. Yang terpenting, para petani tetap fokus mengelola lahan karena sektor pertanian memiliki masa depan yang baik,” katanya.
Dalam dialog tersebut, masyarakat Desa Daleholu juga menyampaikan kebutuhan mendesak berupa traktor roda dua untuk menggarap areal persawahan yang mencapai puluhan hektare. Menanggapi aspirasi itu, Usman menyatakan akan memperjuangkan bantuan sumur bor lengkap beserta sarana pendukungnya untuk memenuhi kebutuhan air pertanian di desa tersebut.
Ia menegaskan seluruh bantuan pemerintah diberikan secara transparan tanpa pungutan biaya. Dana bantuan, kata dia, akan langsung disalurkan ke rekening kelompok tani agar dikelola secara mandiri sesuai ketentuan yang berlaku.
“Syaratnya dokumen kelompok tani harus lengkap. Tidak ada pungutan dalam proses bantuan. Dana langsung masuk ke rekening kelompok tani dan dikelola oleh petani sendiri. Saya yakin masyarakat Desa Daleholu mampu memanfaatkan bantuan ini secara tepat sasaran,” tegas Usman.
Melalui pertemuan itu, Usman berharap sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat terus diperkuat sehingga berbagai program pemberdayaan pertanian dapat berjalan efektif serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Rote Ndao.***









