JAKARTA — Kemeja batik dan Ti’i Langga melekat pada sosok Usman Husin ketika ia berdiri bersama Mayana Tysellanata Saleky. Di samping anggota DPR RI asal daerah pemilihan NTT II itu, Mayana tampil dalam balutan busana adat lengkap dengan selempang yang menandai sebuah perjalanan penting. Pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni antara wakil rakyat dan masyarakat, melainkan gambaran tentang bagaimana sebuah daerah dapat menaruh harapan pada generasi mudanya.
Mayana merupakan putri Rote Ndao yang dipercaya membawa nama Indonesia ke ajang internasional Miss Pre-Teen Culture Universe International Culture Delegate. Bagi seorang anak seusianya, kesempatan tampil di panggung dunia bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan identitas, kebudayaan, dan potensi anak-anak Indonesia dari wilayah yang selama ini berada jauh dari pusat perhatian.
Perjalanan Mayana menuju panggung internasional itu mendapat dukungan dari Usman Husin. Sebagai putra Rote Ndao sekaligus wakil masyarakat NTT di DPR RI, Usman memilih memberi perhatian pada talenta muda daerah. Dukungan tersebut menjadi penting karena prestasi anak-anak daerah kerap membutuhkan ekosistem yang memungkinkan mereka berkembang, mulai dari dukungan keluarga, pendidikan, pembinaan, hingga keberanian untuk membuka akses ke panggung yang lebih luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Rote Ndao, keberangkatan Mayana membawa makna yang lebih besar dari sekadar pencapaian personal. Setiap penampilan di panggung internasional dapat menjadi kesempatan memperkenalkan kekayaan budaya NTT, termasuk busana tradisional, nilai-nilai masyarakat, serta karakter generasi muda dari wilayah kepulauan. Anak-anak daerah tidak harus selalu datang dari kota besar untuk memiliki mimpi besar; yang mereka butuhkan adalah kesempatan, pembinaan, dan orang-orang yang bersedia membuka jalan.
Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan, menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Usman Husin kepada generasi muda. Ia menilai dukungan tersebut menunjukkan kepedulian terhadap anak-anak Rote Ndao yang memiliki potensi untuk berkembang dan membawa nama daerah ke tingkat nasional maupun internasional. “Terima kasih banyak-banyak buat Bapak Bo’i Usman Husin, anggota DPR RI sekaligus putra Rote Ndao, yang menunjukkan kepedulian luar biasa kepada generasi muda dari Negeri Sejuta Lontar,” kata Apremoi.
Dukungan kepada Mayana juga menjadi pengingat bahwa investasi terhadap generasi muda tidak selalu berbentuk pembangunan fisik. Memberikan ruang bagi anak untuk berprestasi, mengenal budayanya, membangun kepercayaan diri, dan berani tampil di lingkungan internasional merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Dalam konteks daerah kepulauan seperti NTT, perhatian semacam ini dapat menjadi jembatan agar potensi anak-anak daerah tidak berhenti karena keterbatasan akses dan jarak.
Mayana membawa sebuah cerita dari Rote Ndao menuju panggung dunia. Apa pun hasil kompetisinya nanti, keberaniannya untuk tampil dan memperkenalkan identitas Indonesia sudah menjadi pencapaian tersendiri. Di balik langkah kecil seorang anak, ada pesan yang lebih besar: talenta dari daerah juga berhak bermimpi tinggi, dan ketika keluarga, pemerintah, masyarakat, serta para pemangku kepentingan berjalan bersama, mimpi itu memiliki peluang lebih besar untuk menjadi kenyataan.***









