Turun ke Lapangan, Usman Husin Temukan Data Penerima Bantuan Beras Perlu Diperbarui

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI, Usman Husin

Anggota DPR RI, Usman Husin

KUPANG,- Penyaluran bantuan pangan beras tidak hanya berbicara tentang berapa banyak beras yang dibagikan kepada masyarakat. Bagi Anggota Komisi IV DPR RI asal NTT dari Fraksi PKB, Usman Husin, persoalan yang tak kalah penting justru terletak pada siapa yang menerima bantuan tersebut. Sebab, data yang tidak akurat dapat membuat bantuan pemerintah tidak sepenuhnya menyentuh warga yang benar-benar membutuhkan.

Hal itu menjadi perhatian Usman setelah beberapa hari mendampingi Perum Bulog Perwakilan NTT dalam penyaluran bantuan pangan beras di sejumlah wilayah Kota Kupang, termasuk Kelurahan Bakunase dan Oesapa. Dari lapangan, ia menemukan adanya sejumlah data penerima yang dinilai perlu ditinjau kembali agar sesuai dengan kondisi sosial ekonomi warga saat ini.

Usman mencontohkan temuan yang disampaikan Ketua RT 012/RW 004 Kelurahan Bakunase, Ebenheser Happy Un. Di wilayah tersebut, terdapat sejumlah perempuan berstatus janda yang tercatat dalam desil 6, bahkan ada yang masuk desil 10. Bagi Usman, persoalan tersebut tidak semata-mata soal status janda ataupun angka desil yang tercantum dalam data.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang menjadi perhatian adalah ketika data administrasi tidak lagi menggambarkan keadaan warga yang sebenarnya. Kondisi ekonomi keluarga dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, menurut Usman, data penerima bantuan tidak seharusnya diperlakukan sebagai daftar yang tidak berubah, sementara kehidupan masyarakat di lapangan terus bergerak.

“Seperti yang terjadi kemarin, Ketua RT 012/RW 004, Kelurahan Bakunase, Ebenheser Happy Un, mengungkapkan ada beberapa perempuan berstatus janda di wilayahnya yang tercatat dalam desil 6, bahkan ada yang masuk desil 10,” kata Usman kepada victorynews.id, Selasa (15/9/2026).

Ia menjelaskan, angka desil tidak bisa dibaca hanya berdasarkan satu keadaan atau satu indikator. Posisi seseorang dalam kelompok desil dapat berubah seiring pemutakhiran data dan perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga. Karena itu, pembaruan data menjadi bagian penting dalam memastikan program bantuan pemerintah tidak salah sasaran.

Usman juga menekankan pentingnya peran aparat pemerintahan di tingkat paling dekat dengan masyarakat, mulai dari RT, RW hingga desa dan kelurahan. Mereka dinilai memiliki posisi strategis untuk memberikan informasi mengenai perubahan kondisi warga, sehingga data yang menjadi rujukan pemerintah dapat terus diperbaiki dan disesuaikan dengan kenyataan di lapangan.

“Itulah kenapa pemutakhiran data jadi krusial agar bantuan benar-benar sampai kepada orang yang tepat. Apalagi DTSEN yang menjadi rujukan utama pemerintah dalam menyalurkan berbagai program sosial. Sehingga keakuratan datanya sangat menentukan ketepatan sasaran,” ujar Usman. Ia berharap pengawasan dan pemutakhiran dilakukan secara berkelanjutan, sehingga bantuan pangan beras maupun program sosial lainnya benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Kupang Ukir Prestasi Nasional, Masuk Lima Besar Kompolnas Award 2026
Keindahan Bougenville di Civic Center Oelamasi, Jejak Sunyi Seorang ASN
Upaya Mediasi Buntu, Teldi Mooy Tempu Jalur Hukum Laporkan Penggelapan SHM di Polisi
KADIN NTT Dorong FTZ, Bidik Lompatan Ekonomi dan Pasar Internasional
ITB Hadirkan Alat Monitoring Lingkungan di Batnun
Polres Kupang dan PN Oelamasi Rajut Komunikasi, Ikhtiar Merawat Integritas dan Keadilan 
Usman Husin Minta Pemutakhiran Bansos Diperkuat: Kondisi Riil Warga Jadi Acuan
Usman Husin Soroti Data Bantuan Pangan di Kupang: Jangan Sampai yang Membutuhkan Terlewat

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:44

Polres Kupang Ukir Prestasi Nasional, Masuk Lima Besar Kompolnas Award 2026

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Keindahan Bougenville di Civic Center Oelamasi, Jejak Sunyi Seorang ASN

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Turun ke Lapangan, Usman Husin Temukan Data Penerima Bantuan Beras Perlu Diperbarui

Rabu, 16 September 2026 - 00:30

KADIN NTT Dorong FTZ, Bidik Lompatan Ekonomi dan Pasar Internasional

Selasa, 15 September 2026 - 10:21

ITB Hadirkan Alat Monitoring Lingkungan di Batnun

Berita Terbaru

Suasana guru & murid; ft: Roni

Opini

Ruang Kelas: Laboratorium Peradaban

Kamis, 17 Sep 2026 - 04:28

Konten tidak bisa disalin.