KUPANG,- Ada yang menarik perhatian ketika melewati kawasan Taman Civic Center Oelamasi. Di antara ruang terbuka yang menjadi bagian dari pusat pemerintahan Kabupaten Kupang itu, tanaman bougenville tumbuh menghiasi sejumlah bagian taman.
Sekilas, tidak ada yang istimewa. Tanaman bunga adalah pemandangan yang lazim ditemukan di ruang-ruang publik. Tetapi pertanyaan sederhana kemudian muncul: siapa yang menanamnya? Apakah tanaman-tanaman itu bagian dari pekerjaan penataan taman pemerintah, atau ada cerita lain di baliknya?
Pertanyaan itu membawa pada sebuah cerita yang ternyata sudah terjadi beberapa tahun lalu. Tidak banyak yang mengetahui, tanaman tersebut mulai ditanam pada 2021, ketika Civic Center Oelamasi belum seperti sekarang. Saat itu, seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kupang bersama sejumlah tenaga honorer mengambil inisiatif sederhana untuk menambah tanaman bunga di kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namanya Yonathan Natun, S.E. Ketika itu ia masih bertugas sebagai Kepala Bidang pada Dinas Sosial Kabupaten Kupang. Kini Yonathan menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Amabi Oefeto Timur.
Yang menarik, penanaman itu ternyata bukan bagian dari sebuah proyek pengadaan atau kegiatan dengan anggaran khusus pemerintah. Bibit bougenville dan kebutuhan penanaman diperoleh menggunakan dana pribadi. Ia melakukannya bersama lima tenaga honorer Tagana Dinas Sosial yang saat itu ikut membantu di lapangan.
Sekitar 10 lubang dibuat untuk penanaman. Dalam setiap lubang, ditanam sekitar empat anakan bougenville. Sederhana sekali. Tidak ada seremoni, tidak ada acara khusus, dan tidak ada papan nama yang menjelaskan siapa yang menanamnya.

Ketika ditanya apa alasan di balik tindakan sederhana tersebut, jawabannya juga tidak panjang. Yonathan mengaku saat itu melihat kawasan Civic Center belum banyak memiliki bunga. Dari situ muncul keinginan untuk menanam sesuatu yang kelak bisa membuat lingkungan tersebut terlihat lebih hidup.
“Tujuan kita peduli, peduli lingkungan. Hati kita tergerak untuk melakukan penanaman secara pribadi,” katanya.
Bagi Yonathan, kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus menunggu sebuah program atau anggaran pemerintah. Menanam satu pohon atau bunga, kemudian merawatnya, menurut dia, adalah bentuk kecil dari perhatian terhadap lingkungan yang manfaatnya justru dapat dirasakan banyak orang.
Bougenville dipilih karena menurutnya tanaman itu cukup menarik untuk penataan ruang terbuka. Warna bunganya beragam dan bentuknya dapat diatur melalui pemangkasan. Bahkan, jika dirawat dengan baik, bougenville dapat dibentuk menjadi pola, tulisan maupun ornamen tertentu sehingga tidak sekadar menjadi tanaman penghias.
Ia kemudian bercerita tentang bagaimana sejumlah kota besar memanfaatkan tanaman sebagai bagian dari wajah kota. Jakarta dan Singapura menjadi contoh yang ia sebut, terutama dalam bagaimana tanaman ditata di sepanjang ruang publik dan ruas jalan. Bukan sekadar menghijaukan, tetapi menjadikan tanaman sebagai bagian dari karakter sebuah kawasan.
Dari cerita itu, barangkali yang menarik bukan soal berapa banyak bougenville yang ditanam. Bukan pula siapa yang harus mendapat apresiasi. Justru ada sesuatu yang lebih sederhana: pernah ada seseorang yang melihat ruang publik terasa kurang hijau, kemudian memilih melakukan sesuatu dengan kemampuan yang dimilikinya.
Tanaman-tanaman itu pun akhirnya tumbuh tanpa perlu mengetahui siapa yang menanamnya. Ia tetap berbunga ketika musimnya tiba dan tetap menjadi bagian dari pemandangan Civic Center Oelamasi. Barangkali memang demikian seharusnya sebuah kepedulian bekerja—dilakukan tanpa banyak suara, lalu dibiarkan manfaatnya berbicara sendiri.
Kini, jejak kecil bougenville itu menjadi bagian dari cerita tentang Oelamasi. Sebuah cerita yang mengingatkan bahwa menghijaukan kota tidak selalu bermula dari proyek besar. Kadang-kadang, ia bermula dari seseorang yang berhenti sejenak, melihat lingkungan di sekitarnya, lalu bertanya dalam hati: “Apa yang bisa saya lakukan agar tempat ini menjadi sedikit lebih indah?”
Penulis: Chris Bani









