GURU DESA, OBAT NYAMUK BAKAR DAN RECHARGING

Jumat, 8 Januari 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SD Bimous bersama Kepala Sekolah

Siswa SD Bimous bersama Kepala Sekolah

Heronimus Bani
Heronimus Bani

Pada satu kesempatan bercakap-cakap secara lepas dengan seorang teman, ia mengucapkan kata-kata “energi obat nyamuk bakar”. Kalimat itu menggelitik sehingga saya ambil dan tambahkan dengan kata guru dan sambungannya itu sebagai judul tulisan ini. Saya ditarik masuk dalam makna dari kalimat itu ketika saya membayangkan fakta bahwa obat nyamuk bakar, ternyata membuang energinya dengan meracuni makhluk lain yaitu serangga yang disebut nyamuk, pada saat yang sama ia membuat nyaman untuk sementara waktu penghuni rumah, namun obat nyamuk itu sendiri pada akhirnya tidak berdaya lagi karena ia kehabisan jasad/materi pada dirinya sendiri, dan energinya pun sirna. Padahal, serangga nyamuk itu jika dicermati, mereka tidak mati, hanya pingsan, lalu akan bangkit lagi untuk memperbanyak keturunannya.

Saya mencoba mendalami juga secara imajinatif bahwa jika guru yang telah menyerahkan dirinya bagi dunia pendidikan telah membuang energinya untuk “meracuni” anak didiknya dengan pengetahuan, ketrampilan, akhlak/moral dan lainnya, lalu sang guru mesti melakukan recharging agar energinya terus terjaga, sekalipun sudah ada kepastian bahwa kelak ia akan menhakhiri tugasnya bahkan akan mangkat. Para siswa yang telah menerima energi yang disebarkan oleh sang guru sebaiknya merasa tidak teracuni tetapi justru mendapatkan injeksi motivasi untuk bangkit menjadi creator-creator dan inovator-inovator baru pada masing-masing bidang kepakarannya. Bukankah hal ini menarik? Saya ingin memberi makna pada konsep itu dengan menuliskannya dengan judul Guru Desa, Obat Nyamuk Bakar dan Recharging.

Facebook Comments Box

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot
Membongkar Budaya Diam pada Murid Sekolah Dasar
KoMBAD dalam Literasi Awal Murid Kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar
Ruang Kelas: Laboratorium Peradaban

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:42

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Selasa, 22 September 2026 - 02:18

Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.