Diskusi Bersama Golkar NTT, GMNI Tolak Pilkada Melalui DPRD: Demokrasi di Ujung Tanduk

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran badan pengurus GMNI Kupang foto bersama para kader DPD I Golkar NTT.

Jajaran badan pengurus GMNI Kupang foto bersama para kader DPD I Golkar NTT.

Kupang,- Suara mahasiswa di Kota Kupang kembali berguncang menentang wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kupang menegaskan sikap tegasnya menolak wacana ini, yang dianggap membawa kemunduran serius bagi demokrasi dan semangat reformasi.

GMNI Kupang melihat wacana ini sebagai ancaman bagi kedaulatan rakyat. Hal ini disampaikan saat beraudiens dengan DPD I Partai Golkar pada Kamis 15 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diskusi terbuka dan demokratis ini dihadiri oleh jajaran pengurus GMNI Kupang, Ketua dan Sekretaris DPD I Partai Golkar NTT bersama badan pengurus lainnya.

“Pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah ke DPRD bukan hanya persoalan teknis elektoral, melainkan persoalan prinsip demokrasi,” tegas GMNI Kupang dalam rilis tertulis pasca audiensi dengan DPD Golkar NTT.

Dalam audiensi tersebut, GMNI Kupang menekankan bahwa pemilihan langsung oleh rakyat merupakan manifestasi nyata dari kedaulatan rakyat sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.

GMNI juga menyoroti potensi praktik oligarki politik dan politik transaksional yang tersembunyi jika wacana ini diteruskan.

Dalam diskusi tersebut, Ketua Fraksi Golkar Yohanes De Rozari menjanjikan bahwa aspirasi GMNI Kupang akan ditindaklanjuti dan diteruskan ke tingkat DPP Partai Golkar.

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Kupang, Jacson Marcus, mengajak semua komponen mahasiswa, masyarakat, aktivis, dan pegiat demokrasi untuk menolak wacana ini.(*CMBN01)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Stop Buang Sampah Sembarang: Potret dan Jeritan Sunyi dari Jembatan Nonobai Osiloa
Komitmen PT Lince Maju Jaya: Integritas dalam Menjaga Amanah di Perbatasan Negara
Paskah Bermakna: Sentuhan Sosial CRS Bank NTT dan Inovasi Keuangan Modern di Satu Panggung
Mengurai Tuduhan Jalan Sabuk Merah: Tak Ada Monopoli, Tanggung Jawab Proyek Prioritas
Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School
Daniel Taimenas: DPRD Dukung dan Apresiasi Pawai Paskah Pemuda Kristen Kabupaten Kupang 
Kadis PUPR NTT Turut Sambut Kunjungan Wapres Gibran, Pawai Paskah dan Isyarat Pembangunan
JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 11:55

Stop Buang Sampah Sembarang: Potret dan Jeritan Sunyi dari Jembatan Nonobai Osiloa

Kamis, 9 April 2026 - 09:54

Komitmen PT Lince Maju Jaya: Integritas dalam Menjaga Amanah di Perbatasan Negara

Kamis, 9 April 2026 - 03:52

Paskah Bermakna: Sentuhan Sosial CRS Bank NTT dan Inovasi Keuangan Modern di Satu Panggung

Rabu, 8 April 2026 - 10:40

Mengurai Tuduhan Jalan Sabuk Merah: Tak Ada Monopoli, Tanggung Jawab Proyek Prioritas

Selasa, 7 April 2026 - 14:06

Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.