HP2SK NTT: Rumah Bersama Peternak yang Dijaga dengan Komitmen dan Kebersamaan

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat internal Himpunan Pengusaha Peternak Sapi dan Kerbau Provinsi Nusa Tenggara Timur (HP2SK NTT).

Rapat internal Himpunan Pengusaha Peternak Sapi dan Kerbau Provinsi Nusa Tenggara Timur (HP2SK NTT).

KUPANG,- Di Nusa Tenggara Timur sejak lama dikenal sebagai salah satu lumbung ternak Indonesia, kehidupan para peternak tidak pernah lepas dari tantangan. Mulai dari persoalan produksi, distribusi, hingga dinamika pasar yang kerap berubah. Di balik semua itu, ada upaya menjaga kebersamaan agar sektor peternakan tetap menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang.

Semangat itulah yang coba dirawat oleh Ketua Umum Himpunan Pengusaha Peternak Sapi dan Kerbau Provinsi Nusa Tenggara Timur (HP2SK NTT), Tono Sufari Sutami.

Sejak dipercaya memimpin organisasi tersebut pada 15 Agustus 2024, Tono menyadari bahwa HP2SK bukan sekadar organisasi formal. Baginya, HP2SK adalah rumah besar para pengusaha dan peternak yang memiliki latar belakang, kepentingan, dan harapan yang berbeda-beda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tono Sufari Sutami punya cara tersendiri menjaga organisasi agar tetap kokoh berdiri, dan tentu hal tersebut tidak mudah. Di dalam HP2SK berkumpul para pengusaha dan peternak dengan berbagai kepentingan. Karena itu dibutuhkan komitmen bersama untuk mengutamakan kepentingan banyak orang, bukan kepentingan individu.

Dalam perjalanan organisasi, dinamika menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Ada perbedaan pandangan, bahkan ada anggota yang pada akhirnya memilih keluar dan menjalankan usaha secara mandiri. Namun bagi Tono, hal itu merupakan bagian dari proses alami dalam sebuah organisasi yang terbuka.

HP2SK NTT tidak pernah memaksa siapa pun untuk bergabung ataupun bertahan. Keanggotaan dalam organisasi tersebut bersifat sukarela dan dibangun di atas semangat kebersamaan.

“Masuk ke dalam organisasi tentu harus mampu mendahulukan kepentingan bersama dan organisasi, bukan kepentingan atau bisnis pribadi,” ungkapnya.

Belakangan ini, muncul berbagai perbincangan di ruang publik yang menyinggung soal dugaan monopoli kuota sapi dalam organisasi. Tono pun menepis anggapan tersebut.

Menurut Tono, HP2SK justru hadir untuk menjaga keseimbangan dan memperkuat solidaritas di antara para pelaku usaha peternakan di NTT.

Ia menjelaskan bahwa tujuan utama organisasi bukan semata-mata mengejar keuntungan bagi anggota, melainkan menciptakan ruang kebersamaan untuk bertukar pikiran, berdiskusi, dan mencari solusi atas berbagai persoalan di sektor peternakan.

Bagi Tono, ketika para pelaku usaha berada dalam satu wadah yang sama, komunikasi menjadi lebih terbuka dan berbagai masalah dapat dibicarakan secara bersama-sama.

Ia menegaskan bahwa ketika berada dalam satu organisasi, semuanya bisa lebih terkontrol. Praktik yang merugikan pun dapat diminimalkan. Anggota dapat berdiskusi untuk mencari solusi terbaik bagi masa depan peternakan di NTT. Itulah tujuan dari HP2SK NTT.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor peternakan, Tono percaya bahwa kekuatan terbesar justru terletak pada kebersamaan.

Baginya, HP2SK bukan sekadar organisasi profesi, melainkan ruang solidaritas yang dibangun oleh para peternak dan pengusaha untuk saling mendukung, menjaga keseimbangan usaha, serta memastikan bahwa peternakan tetap menjadi salah satu pilar ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Di balik semua dinamika yang sedang terjadi, satu hal yang terus dijaga, yakni semangat menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Stop Buang Sampah Sembarang: Potret dan Jeritan Sunyi dari Jembatan Nonobai Osiloa
Komitmen PT Lince Maju Jaya: Integritas dalam Menjaga Amanah di Perbatasan Negara
Paskah Bermakna: Sentuhan Sosial CRS Bank NTT dan Inovasi Keuangan Modern di Satu Panggung
Mengurai Tuduhan Jalan Sabuk Merah: Tak Ada Monopoli, Tanggung Jawab Proyek Prioritas
Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School
Daniel Taimenas: DPRD Dukung dan Apresiasi Pawai Paskah Pemuda Kristen Kabupaten Kupang 
Kadis PUPR NTT Turut Sambut Kunjungan Wapres Gibran, Pawai Paskah dan Isyarat Pembangunan
JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 11:55

Stop Buang Sampah Sembarang: Potret dan Jeritan Sunyi dari Jembatan Nonobai Osiloa

Kamis, 9 April 2026 - 09:54

Komitmen PT Lince Maju Jaya: Integritas dalam Menjaga Amanah di Perbatasan Negara

Kamis, 9 April 2026 - 03:52

Paskah Bermakna: Sentuhan Sosial CRS Bank NTT dan Inovasi Keuangan Modern di Satu Panggung

Rabu, 8 April 2026 - 10:40

Mengurai Tuduhan Jalan Sabuk Merah: Tak Ada Monopoli, Tanggung Jawab Proyek Prioritas

Selasa, 7 April 2026 - 14:06

Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.