500 Joki Satukan Semangat Budaya, Usman Husin Jadikan HUS Kuda Sebagai Festival Kebanggaan Rote

Sabtu, 4 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usman Husin, Anggota DPR RI Fraksi PKB

Usman Husin, Anggota DPR RI Fraksi PKB

ROTE NDAO,- Riuh sorak masyarakat memenuhi Lapangan Ombok, Desa Busalangga Barat, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Kamis (2/7/2026). Sejak pagi, ratusan penunggang kuda dengan busana adat khas Rote mulai memadati arena. Sebanyak 500 joki bersama kuda berhias tampil memukau, menghadirkan suasana yang bukan sekadar perlombaan, melainkan sebuah pesta budaya yang menyatukan masyarakat.

Di balik kemeriahan HUS Kuda Usman Husin Cup II Tahun 2026, terdapat sosok yang memiliki komitmen kuat menjaga identitas budaya Rote Ndao, yakni Usman Husin, Anggota Komisi IV DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan NTT II.

Bagi Usman Husin, HUS Kuda bukan sekadar tradisi turun-temurun. Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang harus terus dirawat agar tidak hilang ditelan zaman. Berangkat dari kepedulian tersebut, sejak tahun 2023 ia menggagas penyelenggaraan HUS Kuda dalam konsep yang lebih modern tanpa menghilangkan nilai-nilai sejarah dan filosofi budaya yang diwariskan para leluhur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasilnya terlihat nyata. Pada penyelenggaraan kedua tahun 2026, HUS Kuda berhasil menarik antusiasme luar biasa dari masyarakat. Ribuan warga memadati arena untuk menyaksikan parade budaya yang menampilkan ratusan kuda berhias, para joki dengan pakaian adat lengkap dan topi Ti’i Langga, atraksi Pencak Silat Kampung, hingga tarian Kebelai yang menggambarkan semangat persaudaraan masyarakat Rote Ndao.

Keberhasilan menghadirkan 500 peserta joki menjadi bukti bahwa tradisi HUS Kuda masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Bahkan, penyelenggaraan tahun ini menjadi salah satu yang terbesar dan paling meriah dalam beberapa tahun terakhir.

Namun bagi Usman Husin, kesuksesan acara tidak hanya diukur dari ramainya pengunjung atau banyaknya peserta. Ia ingin HUS Kuda memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, penyelenggaraan HUS Kuda Cup juga melibatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Beragam produk lokal mulai dari kuliner khas Rote, tenun tradisional, hasil kerajinan tangan hingga berbagai produk kreatif lainnya memenuhi area festival. Kehadiran para pelaku UMKM memberikan dampak ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat sekitar sekaligus menjadi sarana promosi produk lokal kepada para pengunjung.

Konsep yang diusung Usman Husin menjadikan HUS Kuda bukan lagi sekadar perlombaan berkuda, melainkan sebuah festival budaya yang memadukan tradisi, seni, ekonomi kreatif, dan pariwisata dalam satu rangkaian kegiatan.

“HUS Kuda bukan hanya menjadi hiburan masyarakat. Tradisi ini membawa misi besar untuk melestarikan budaya, memperkuat identitas daerah, mendorong sektor pariwisata, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui keterlibatan UMKM,” ungkap Usman Husin.

HUS Kuda sendiri merupakan tradisi khas masyarakat Rote Ndao yang sejak dahulu berkembang di berbagai wilayah bekas nusak atau kerajaan, seperti Nusak Dengka, Nusak Thie, Nusak Loleh, Nusak Ba’a, Nusak Lelain, dan beberapa wilayah lainnya. Tradisi ini menjadi simbol persaudaraan, penghormatan terhadap adat, sekaligus bagian penting dari perjalanan sejarah masyarakat Pulau Rote.

Melalui HUS Kuda Usman Husin Cup II Tahun 2026, warisan budaya tersebut kembali mendapatkan ruang yang layak untuk dikenal oleh generasi muda dan masyarakat luas. Kehadiran ratusan joki, ribuan pengunjung, serta keterlibatan berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa budaya lokal tetap memiliki daya tarik besar ketika dikelola dengan baik.

Bagi Usman Husin, keberhasilan HUS Kuda bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Ia berharap festival ini dapat terus berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang mampu mengangkat nama Rote Ndao sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia, sekaligus menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Di balik gegap gempita HUS Kuda Cup 2026, tersimpan sebuah pesan sederhana namun bermakna: menjaga budaya bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang membangun masa depan bagi masyarakat Rote Ndao.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.