Sesama Media Jangan Menggunting dalam Lipatan

Kamis, 23 Januari 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Chris M. Bani (Pemred Media Online cmbnews.id/)

Sejatinya, interaksi antar individu yang semakin mudah akan memberikan berbagai dampak positif bagi generasi antar zaman. Khususnya sesama media atau jurnalis lapangan, interaksi adalah salah satu cara untuk meningkatkan pertukaran ide yang mendorong kreatifitassetiap individu dalam berkaryadalam dunia tulis.

Namun, kenyataan tidak berkata demikian. Interaksi yang diharapkan bisa mempermuda dalam ide dan informasi, malah menimbulkan berbagai hal-hal aneh dari generasi jurnalis itu sendiri. Mulai dari yang paling dekat dengan pejabat, memanfaatkan berita teman sendiri untuk kepentingan pribadi. Bahkan ada juga oknum yang memanfaatkan pertemanan untuk mengenyangkan perut sendiri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persaingan ketat yang terjadi dewasa ini, menuntut pihak manajemen media untuk selalu mengamati, berinovasi, dan mengembangkan medianya sesuai dengan kemajuan teknologi dan tuntutan pasar atau khalayak. Tidak hanya memiliki usaha dalam satu bidang saja, tetapi media harus bisa memanfaatkan seluruh peluang yang ada, baik dari cetak, elektronik, hingga online.

Manajemen media juga harus bisa mengatur para jurnalis lapangan agar bertindak dalam bingkai etika jurnalistik. Tidak semerta-merta melakukan hal-hal di luar UU nomor 40 tahun 1999 tentang PERS.

Sesama media jangan saling menggunting dalam lipatan. Mungkin ini adalah pepatah kuno, namun punya makna yang besar dalam hal menjalin solidaritas antar sesama media ataupun jurnalis di lapangan.

Pesan penulis, agar bisa menjadi media online yang ideal, setiap jurnalis harus mampu berinovasi dalam mencari informasi sendiri tanpa harus mengharapkan orang lain. Setiap jurnalis juga dituntut untuk bisa menjaga etika dalam menjalankan profesi jurnalistik.

Hal ini diharapkan dapat dijalankan oleh setiap wartawan, agar masyarakat umum mampu membedakan jurnalis anak-anak dan jurnalis profesional. Mengapa? Karena era modern saat ini, setiap orang harus menjaga dirinya sebaik mungkin, jangan sampai nama baik yang dibangun bertahun-tahun, hancur dalam sekejap mata berkedip. Salam Satu Pena

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa
Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:49

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa

Senin, 28 September 2026 - 22:42

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.