KUPANG,- Dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat melalui akses pembiayaan usaha terus didorong Partai Golkar di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu bentuk konkret yang mendapat perhatian ialah fasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTT bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dan mendorong pembangunan daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas, S.H, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Partai Golkar dalam membuka ruang informasi dan mempertemukan pelaku UMKM dengan Bank NTT.
Menurutnya, akses terhadap pembiayaan yang tepat dapat menjadi salah satu instrumen penting bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, sekaligus menciptakan sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dukungan tersebut disampaikan usai mengikuti secara langsung kegiatan sosialisasi KUR bersama Bank NTT yang berlangsung di Aula DPD I Partai Golkar NTT, Kamis (13/8/2026).
Dalam kegiatan itu ditegaskan bahwa Partai Golkar tidak memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang menerima pembiayaan. Peran Golkar berada pada aspek fasilitasi, yakni membantu masyarakat dan pelaku UMKM memperoleh informasi secara langsung mengenai skema pembiayaan serta persyaratan yang berlaku di Bank NTT.
Daniel menilai langkah tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang kerap menghadapi kendala permodalan ketika ingin meningkatkan skala usaha. Dengan adanya informasi yang lebih terbuka mengenai KUR, masyarakat dapat memahami mekanisme pengajuan, persyaratan, kewajiban pembayaran, serta menyesuaikan kebutuhan pembiayaan dengan kemampuan usahanya.
Bagi pelaku UMKM, KUR dapat menjadi salah satu pilihan pembiayaan untuk menambah modal kerja maupun mendukung pengembangan usaha, seperti peningkatan kapasitas produksi, pengadaan peralatan, pembelian bahan baku, hingga pengembangan usaha. Akses pembiayaan yang dikelola secara sehat juga dapat membantu pelaku usaha meningkatkan omzet, memperluas pasar dan secara bertahap menciptakan lapangan kerja di lingkungan sekitarnya.
Menurut Daniel, penguatan UMKM tidak semata-mata berbicara mengenai bantuan modal, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki kesempatan untuk tumbuh secara mandiri. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, partai politik dan masyarakat perlu diarahkan pada program-program yang memiliki manfaat nyata serta mampu memperkuat aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput.
Sebagai kader Partai Golkar sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel menunjukkan bahwa dukungan terhadap agenda pembangunan daerah dapat diwujudkan melalui langkah-langkah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Fasilitasi informasi KUR menjadi salah satu bentuk dukungan tersebut, sementara keputusan mengenai kelayakan dan penerima pembiayaan tetap menjadi kewenangan Bank NTT berdasarkan ketentuan dan mekanisme yang berlaku,” jelasnya.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan bagaimana agenda Partai Golkar di NTT dapat diterjemahkan oleh kader di daerah melalui kerja nyata yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Daniel berharap, akses KUR Bank NTT tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi mampu mendorong semakin banyak UMKM tumbuh, naik kelas dan menjadi kekuatan ekonomi daerah. Dengan UMKM yang semakin kuat, pembangunan NTT pun diharapkan bergerak dari basis ekonomi masyarakat yang produktif, mandiri dan berkelanjutan.***









