Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan

Jumat, 14 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Khusus Bupati TTU, Elias Koa hadiri penandatanganan PKS Pembangunan Tambak Garam.

Staf Khusus Bupati TTU, Elias Koa hadiri penandatanganan PKS Pembangunan Tambak Garam.

KEFAMENANU,- Investasi pengembangan tambak garam di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, mulai memasuki tahap pelaksanaan. Hal itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Blue Ocean Salt dan warga pemilik lahan tambak garam di Kecamatan Biboki Moenleu, Kamis (13/8/2026).

Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, melalui Staf Khusus Bidang Hubungan Masyarakat, Pembangunan dan Investasi, Elias Koa, S.I.P., yang hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi terhadap langkah investasi PT Blue Ocean Salt. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah mendorong masuknya investasi yang dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Elias mengatakan, PKS tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten TTU dan PT Blue Ocean Salt yang sebelumnya telah disepakati. Ia menilai proses yang berlangsung relatif cepat menunjukkan adanya keseriusan perusahaan untuk merealisasikan investasi di wilayah Pantura TTU.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah melewati beberapa tahapan, akhirnya hari ini kita bisa melakukan penandatanganan PKS untuk pengembangan tambak garam di wilayah Pantura ini,” kata Elias.

Ia menjelaskan, Pemkab TTU di bawah kepemimpinan Bupati Faken Kebo bersama sejumlah anggota DPRD TTU sebelumnya telah mengunjungi PT Blue Ocean Salt di Batam. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan keseriusan perusahaan dalam menanamkan modal dan mengembangkan usaha tambak garam di TTU.

Elias menyebut investasi tersebut tidak hanya diarahkan pada pengembangan tambak garam. PT Blue Ocean Salt juga berencana mengembangkan sejumlah fasilitas dan sektor pendukung, seperti jaringan listrik, SPBU, pengembangan rumput laut serta teknologi penyulingan air laut menjadi air tawar.

Menurut dia, apabila berbagai rencana investasi tersebut dapat direalisasikan secara bertahap, dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor produksi garam. Aktivitas ekonomi baru di kawasan Pantura juga diharapkan membuka lapangan kerja, meningkatkan aktivitas usaha masyarakat dan pada akhirnya mendorong peningkatan kesejahteraan warga.

“Investasi ini tentu kita harapkan bisa membangkitkan roda perekonomian masyarakat. Pemerintah daerah menyampaikan terima kasih kepada masyarakat pemilik lahan yang telah bersedia bekerja sama serta kepada PT Blue Ocean Salt yang telah menunjukkan komitmennya berinvestasi di TTU,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Blue Ocean Salt, Lay Rohi, mengatakan tahap awal pengembangan tambak garam mencakup lahan seluas sekitar 30 hektare yang telah masuk dalam PKS. Perusahaan selanjutnya akan melakukan pemetaan dan pengecekan kembali koordinat lahan sebelum pekerjaan fisik dimulai. Material pendukung, termasuk geomembran dan peralatan pengeboran, disebut telah dikirim dari Batam ke TTU. Lay mengatakan pengembangan akan terus diperluas melalui koordinasi dengan pemilik lahan lainnya.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang
Proyek Bendung Oelnaimuti Amburadul, Pelaksana Kegiatan dan BWS NT II Disorot

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Rabu, 23 September 2026 - 01:36

Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.