Filosofi Pohon Karet Ketika Dilukai, Antara Maaf dan Dendam

Selasa, 11 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tuameko 11 Mei 2021
Penulis: Yakob Ora (Ayahanda Frindis Rosy Bani-Ora)

Apa yang akan anda lakukan ketika dilukai. Tentu hanya sebagian orang yang mampu menerima dan memaafkan. Anda harus belajar menghilangkan dendam dan tidak membalasnya dengan kembali melukai, namun Anda harus membalasnya dengan sikap yang ramah dan sabar.

Layaknya Pohon Karet. Guna mendapatkan getah yang berharga kita harus “melukai” pohon dengan menyayat batangnya. Dari hasil “luka” tersebut, keluarlah getah yang sangat besar manfaatnya. Agar memperoleh hasil yang berkelanjutan, proses “melukai” batang pun dilakukan terus-menerus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inilah filosofi pohon karet, di mana pohon tersebut dilukai, tetapi malah mengeluarkan hal yang berharga. Demikian pula seharusnya sikap hati kita.

Didikan bimbingan untuk membuatmu kelak memberi buah yang baik walaupun kadang membuatmu sakit dan kecewa, namun semua itu demi kebaikan dirimu dan banyak orang lain, agar tiba saatnya akan membuatmu memberi hasil yang baik demi banyak orang.

Didikan orang tuamu terkadang sakit, anda merasa dilukai, tapi semestinya harus belajar melepaskan, bukan dendam dan dengki. Belajar dari pohon karet, saat dilukai, justru bisa mengeluarkan hal-hal yang berharga. Artinya berkat, ucapan ramah, kesabaran dan sebagainya akan membuat banyak orang tersenyum sebagai kadoh terindah ketika jahat tidak dibalas jahat.

Tulisan spesial ini penulis menggores pena tepat di hari lahirnya anak bungsu penulis. Gadis manis yang sudah beranjak remaja. Bersyukur atas bertambahnya usia yang ke 16 anak terkasih Frindis Rosy Bani-Ora. Doa serta harapan bapak, mama dan juga semua saudara-saudaramu, semoga apa yang diimpikan, ingin diraih bisa tercapai sejalan dengan penyertaan Tuhan.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang
Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur
Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan
UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan
Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan
Dukungan Penuh Daniel Taimenas Perluas Akses KUR Bank NTT bagi UMKM
Soal Keberatan Tiga Anggota DPRD TTU, Egiardus Bana Desak BK Berpedoman pada UU 30/2014
Silaturahmi Bawaslu dan PKB Kabupaten Kupang, Sinergi Menuju Tahapan Pemilu

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:12

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:03

Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:53

Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:40

UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:37

Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.