Boi, permainan ketangkasan

Jumat, 15 April 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bola tenisIMG_8462

Heronimus Bani
Heronimus Bani

Pengantar
Bermain, bagi seorang anak atau sekelompok anak pasti sangat menyenangkan. (pampers.co.id) mencatat, bermain adalah pekerjaan dari dunia anak-anak. Ini adalah laboratorium di mana anak menemukan bagaimana dunia bekerja, siapa mereka, siapa yang mereka akan menjadi, dan apa yang mereka dapat dan tidak dapat lakukan.
Masa bermain bagi mereka adalah suatu masa yang membahagiakan. Mereka tidak mempuynyai beban permasalahan dibandingkan dengan para orang dewasa. Begitulah kira-kira anak-anak memberi makna pada bermain. Makna itu hanya diketahui oleh orang dewasa, sedangkan yang diketahui anak-anak adalah permainan itu menyenangkan.
Berbagai jenis permainan dilakoni anak-anak. Mereka akan segera mengganti satu permainan dengan satu permainan bila sudah merasa jenuh. Saya mengamati dan mencermati salah satu permainan anak. Anak-anak menyebut permainan itu BOI. Lantas, saya mencoba menuliskannya seperti yang anda baca ini.

Apa itu BOI?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jujur, saya mesti mengataan bahwa saya sama sekali tidak mengetahui dari mana asal-muasal permainan ini. Berikut, apa itu BOI sebagaimana sub judul ini, saya tidak memahaminya pula. Namun, yang kelihatan dalam permainan itu adalah sebagai berikut.
Ada setumpuk batu plat bersusun. Tumpukan batu itu sebagai titik sentral perhatian (rebutan) para pemain. Para lawan bermain memainkan dengan melempar tumpukan batu itu dengan sebuah bola. Pada saat melempar ada satu orang (satu tim) sebagai penjaga, dan pelempar bisa satu orang atau satu orang mewakili satu tim.
Tumpukan batu plat bersusun itu oleh anak-anak disebut BOI. Boi yang dirubuhkan akan disusun kembali. Pemain yang merubuhkan berusaha menyusun kembali, sedangkan pemain penjaga berusaha menghalangi. Cara menghalangi, melempari pemain lawan dengan bola. Bila bola tidak mengenai sasaran, maka pemain lawan boleh menyusun kembali batu-batu itu kembali secepat-cepatnya. Bila berhasil menyusun, maka mereka berteriak BOI. Maka satu babak/ronde berakhir. Bila lemparan bola mengenai tubuh lawan, maka posisi berbalik. Lalu mereka yang tadinya penjaga menjadi penyusun BOI. Bila berhasil maka mereka memenangkan babak/ronde itu.
Contoh. A (atau Tim A) versus B (atau tim B). Penentuan siapa penjaga dan siapa pelempar/penyusun boi untuk pertama, ditentukan dengan undi (suit). Andaikan A adalah penjaga Boi, dan B sebagai pelempar/penyusun Boi. Boi yang dilempar akan hancur, batuan berserakan. B berusaha menyusun kembali agar terbentuk BOI. A, berusaha menghalangi dengan melempari B menggunakan bola. Bila bola mengenai tubuh B, maka A berbalik menjadi penyusun Boi. Bila bola tidak mengenai tubuh B, maka B akan mendatangi boi menyusunnya kembali sampai puncaknya hingga mencapai BOI.

Penutup

Demikian seuntai pikir dari hasil mengamati permainan anak-anak, khususnya pada permainan BOI. Dari pengamatan pada permainan boi ini, ada hal-hal yang dapat dipelajari sebagai refleksi bagi orang dewasa. Paling kurang ada 6 (enam) hal yang dapat dilihat dari permainan ini yaitu, ketangkasan, kelincahan, kegesitan, ketepatan, sportif, dan kerja sama (bila bermain tim).
Kiranya bermanfaat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Yosep Kebo dan Gerakan Sunyi Menanam Ribuan Bambu di Tepi Kali Tauf
Menahan Kelahiran, Menahan Kehidupan
Jejak Budaya di Bawah Langit Uisneno
Keluluisan SD se-Kecamatan Amarasi mencapai angka 99,31%
Belajar Sejarah Langsung dari Sumbernya, Murid Kelas 6 SD I Nekmese Kunjungi Museum Negeri Kupang
Pelestarian tenun ikat Tais dan Pernikahan adat Amarasi menjadi sorotan di Desa Nekmese
Golkar Kabupaten Kupang Diuji Soal Kesetiaan dan Keadilan, 7 PAC Tantang Arus Besar Pohon Beringin
Antara Musda XI Golkar yang Tertunda dan Loyalitas 38 Tahun Daniel Taimenas

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:36

Bupati Yosep Kebo dan Gerakan Sunyi Menanam Ribuan Bambu di Tepi Kali Tauf

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:54

Menahan Kelahiran, Menahan Kehidupan

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:49

Jejak Budaya di Bawah Langit Uisneno

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:34

Keluluisan SD se-Kecamatan Amarasi mencapai angka 99,31%

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:19

Belajar Sejarah Langsung dari Sumbernya, Murid Kelas 6 SD I Nekmese Kunjungi Museum Negeri Kupang

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi: ChatGPT

Budaya

Menahan Kelahiran, Menahan Kehidupan

Jumat, 5 Jun 2026 - 08:54

Rombongan Verifikator & produk tais Amarasi; ft: Ansel

Budaya

Jejak Budaya di Bawah Langit Uisneno

Kamis, 4 Jun 2026 - 23:49

Konten tidak bisa disalin.