Yeftha Sabaat: Anies Baswedan Capres, Nasdem Perlu Branding Politik guna Distorsi Opini Publik

Selasa, 4 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yeftha Yerianto Sabaat, S.IP.,M.IP, Dosen Ilmu Politik Fisip Undana

Yeftha Yerianto Sabaat, S.IP.,M.IP, Dosen Ilmu Politik Fisip Undana

Kupang-InfoNTT.com,- Pengusungan Anies Baswedan sebagai calon presiden oleh Partai Nasdem bukan hal yang mengejutkan karena komunikasi politik yang dibangun oleh Surya Paloh beberapa waktu lalu bisa dibaca sebagai signal Anies Baswedan juga berpeluang diusung Partai Nasdem.

Hal ini disampaikan pengamat politik Universitas Nusa Cendana Yeftha Yerianto Sabaat, S.IP.,M.IP, yang juga Dosen Ilmu Politik Fisip Undana, Selasa (04/10) sore di kediamannya.

Menurut Yeftha, terlepas dari sosok Anies yang kontroversi, sebenarnya Anies Baswedan memiliki elektabilitas yang tinggi, hal tersebut berdasarkan beberapa hasil survei yang menunjukkan bahwa Anies Baswedan selalu berada di posisi 3 besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari hasil survei berbagai lembaga nama Anies Baswedan selalu bersaing dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,” ujarnya.

Yeftha menilai bahwa peluang Anies di Pilpres 2024 juga tergantung koalisi parpol, dan saat ini ada tiga pimpinan partai yang sangat intens melakukan komunikasi politik (Nasdem, Demokrat dan PKS). Ketiga Parpol ini juga memiliki pendukung akar rumput yang militan dan sejauh ini koalisi inilah yang cukup solid.

Dirinya pun mengingatkan bahwa polarisasi politik pasti akan ada karena warisan pilpres 2019 dan pilgub DKI lalu. Bisa dengan jelas kita lihat polarisasi yang ada di masyarakat. Belum lagi di NTT Nasdem cukup kuat namun karena mengusung Anies justru menjadi boomerang karena isu politik identitas yang melekat pada sosok Anies di pilgub DKI tersebut.

“Sekarang tinggal bagaimana branding politik partai Nasdem untuk merubah citra politiknya Anies supaya dikenal sebagai pemimpin yang pluralis. Langkah tersebut sekaligus untuk mendistorsi opini publik yang memberikan label negatif terhadap Anies,” tandas dosen muda yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Kupang ini.

Penulis: Chris Bani

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Roh Kudus turun ketika bumi luka
Kebangkitan Nasional di Tengah Kegelisahan Bangsa
Estafet pengabdian di tanah pendidikan Kabupaten Kupang
Membaca Nunuanah dan Terus Belajar Memaknainya
Simpang tiga: persaudaraan, peluang dan jalan menuju kemandirian
Ketika Suara dari Pinggiran Timor Menembus Jarak
Menjemput Keadilan di dalam Arus Waktu: Senjakala Hak Istimewa
Ketika Baju Dilepas: Tafsir Sosio-Politik atas Gestur Presiden Prabowo Subianto

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 01:16

Roh Kudus turun ketika bumi luka

Rabu, 20 Mei 2026 - 00:32

Kebangkitan Nasional di Tengah Kegelisahan Bangsa

Senin, 18 Mei 2026 - 04:56

Estafet pengabdian di tanah pendidikan Kabupaten Kupang

Senin, 11 Mei 2026 - 00:20

Membaca Nunuanah dan Terus Belajar Memaknainya

Jumat, 8 Mei 2026 - 00:01

Simpang tiga: persaudaraan, peluang dan jalan menuju kemandirian

Berita Terbaru

Ritual di bawah pohon beringin; foto: Arnichus Loit

Budaya

Asal-Usul dan Makna Filosofis nama Desa Nunuanah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:22

Konten tidak bisa disalin.