CMBN01,- Di tengah suka cita kegembiraan pelantikan ASN PPPK Paruh Waktu, di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, ada sebuah cerita unik yang patut disimak. Syamsurizal, seorang tenaga pendidik di SDN 11 Enam Lingkuang, dilantik sebagai ASN PPPK Paruh Waktu pada 29 Desember 2025, namun hanya dua hari kemudian, ia sudah harus pensiun.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Aziz, secara khusus memanggil Syamsurizal naik ke panggung untuk berdiri persis di samping mimbar bupati. Dengan tulus, bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada Syamsurizal atas dedikasi pengabdiannya selama ini kepada Pemerintahan Daerah Kabupaten Padang Pariaman.
Syamsurizal hanya berkesempatan menikmati statusnya sebagai ASN selama 2 hari, sebelum akhirnya harus pensiun. Ucapan terima kasih dari bupati disambut tepuk tangan meriah nan haru dari para hadirin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati sempat memberikan sedikit hadiah tanda terima kasih kepada Syamsurizal secara pribadi. Lalu seluruh pejabat yang hadir turut juga memberikan ucapan selamat kepada Syamsurizal.
Momen yang indah. Cerita Syamsurizal ini menjadi contoh bahwa pemerintah telah memprioritaskan penataan tenaga Non-ASN selama beberapa tahun belakangan.
Agar semua honorer terdata dengan baik dan tidak terjadi lagi seperti Syamsurizal dan ASN lainnya dengan cerita yang sama. Bisa dibayangkan, seandainya pemerintah tidak membuat kebijakan PPPK Paruh Waktu, kita tidak akan mengetahui bahwa ternyata ada banyak tenaga honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun, tapi tak kunjung diangkat jadi ASN.
Tahun ini banyak fenomena serupa ditemukan di berbagai acara pelantikan PPPK Paruh Waktu. Ada yang pensiun 2 hari lagi, seminggu lagi, sebulan lagi dan lain-lain. Ada yang tendik, tenaga kesehatan, dan banyak juga yang jabatan Guru.
Kini, semua honorer yang tercatat di instansi pemerintah telah diangkat menjadi ASN. Sehingga penataan honorer bisa dimulai dari nol lagi. Dan semoga ke depan bisa lebih rapi.
Cerita Syamsurizal ini juga menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak pernah sia-sia. Meskipun hanya dua hari, Syamsurizal telah membuktikan bahwa ia telah memberikan yang terbaik untuk masyarakat.
Selamat kepada Teman-teman yang telah di angkat menjadi ASN PPPK Paruh Waktu. Terutama rekan-rekan guru tercinta. Mari tetap menjadi guru jelata yang fokus mengajar di kelas.
Khusus untuk guru SD, pastikan anak-anak mantap dalam konsep-konsep dasar. Mari kita lanjutkan perjuangan ini dengan semangat dan dedikasi yang sama.
Cerita Syamsurizal ini akan menjadi kenangan indah bagi kita semua. Dan semoga ke depan, kita dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan publik.(*CMBN01)









