Kupang-CMBN,- Proyek Rehabilitasi Bendung dan Jaringan Irigasi D.I. Netemnanu di Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, telah menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Kupang. Pekerjaan yang dimulai sejak 2024 ini sempat terhambat, namun tahun 2025 kemarin kembali dilanjutkan dengan target proyek tuntas.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dan pusat (melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Nusa Tenggara II) untuk memastikan ketersediaan air irigasi yang optimal bagi petani di wilayah perbatasan RI-Timor Leste, khususnya di wilayah Netemnanu, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang.
CV GWENSA adalah salah satu pihak pelaksana yang mengerjakan proyek ini (Paket II). Terkait pekerjaan tersebut, media ini juga mencatat beberapa kali ada peninjauan lapangan secara berkala yang dilakukan oleh pihak terkait, seperti Kejaksaan Negeri Kupang, untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan dapat dimanfaatkan petani pada musim tanam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yan Tampani, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi Rawa BWS Nusa Tenggara II, pada Senin (5/01/2026) menegaskan bahwa proyek ini harus diselesaikan sesuai dengan syarat-syarat dalam kontrak. “Kami tidak ingin ada lagi keterlambatan,” katanya.
Yan Tampani juga menegaskan bahwa pihaknya aktif melakukan pemantauan lapangan dan berkoordinasi dengan pelaksana proyek. “Kami ingin memastikan bahwa proyek ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak ada kerugian lebih besar pada pembayaran denda,” katanya.

Sedangkan CV GWENSA, selaku kontraktor pelaksana proyek, ketika dikonfirmasi juga menyampaikan optimisme dapat menyelesaikan proyek ini dengan baik dan tepat waktu.
“Kami telah melakukan evaluasi dan penyesuaian rencana kerja untuk memastikan bahwa proyek ini dapat diselesaikan dengan kualitas yang baik,” kata Direktur Utama CV GWENSA.
Proyek irigasi Netemnanu ini sangat penting bagi petani di daerah tersebut. Dengan selesainya proyek ini, diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

CV GWENSA juga memastikan bahwa proyek irigasi Netemnanu kini sudah mencapai progres di atas 80 persen dan dipastikan akan tuntas serta dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi petani. “Sudah 91 persen. Kami berkomitmen menyelesaikan proyek ini dengan baik dan memastikan bahwa petani dapat menikmati hasil dari proyek ini,” ujarnya.
Pihak kontraktor mengklaim bahwa pengerjaan utama dari proyek Rehabilitasi Bendung dan Jaringan Irigasi D.I. Netemnanu sudah di atas 80 persen. Saat ini tenaga kerja sudah balik ke lokasi proyek pasca liburan Natal dan tahun baru.

Dengan optimisme dan komitmen yang tinggi, CV GWENSA berharap dapat menyelesaikan proyek irigasi Netemnanu dengan baik dan memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat. “Kami siap untuk menyelesaikan proyek ini dengan baik dan memastikan bahwa petani dapat menikmati hasil dari proyek irigasi Netemnanu,” kata Direktur Utama CV GWENSA.
Proyek irigasi Netemnanu ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi proyek-proyek lainnya di daerah tersebut. Dengan kerja sama dan komitmen yang tinggi, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan produksi pertanian di daerah tersebut.(CMBN01)









