Pekerjaan PT Adhi Karya Terus Disorot: Derita Petani Amfoang Utara Terancam Gagal Panen

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bersama sejumlah kepala desa saat berada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II.

bersama sejumlah kepala desa saat berada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II.

Kupang,- Hujan tak kunjung turun, sawah yang mengering, dan harapan yang memudar. Itulah gambaran kehidupan petani di Desa Kolabe, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, NTT. Mereka terancam gagal tanam dan panen karena proyek irigasi Oehani tak kunjung selesai.

Camat Amfoang Utara, Hendra Mooy, bersama sejumlah kepala desa mendatangi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II, Rabu (14/1/2026), menuntut agar proyek irigasi tersebut segera diselesaikan.

Nampak pekerjaan irigasi oleh PT Adhi Karya sudah memasuki pertengahan Januari 2026 namun hasilnya belum maksimal.

“Kami minta kalau bisa segera diselesaikan agar petani kami bisa melakukan tanam,” ujar Camat Hendra Mooy.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sawah di Desa Kolabe merupakan lumbung pangan bagi 400 lebih kepala keluarga yang tersebar di lima desa dan kelurahan. Namun, kini mereka terancam gagal tanam dan panen karena irigasi yang tak kunjung selesai. “Itu merupakan sentra pertanian dan lumbung pangannya masyarakat di Kecamatan Amfoang Utara,” jelas Hendra.

Hendra menjelaskan bahwa sawah tersebut baru dibajak dan dilakukan persemaian, tetapi belum ada yang tanam. Ia tak ingin gagal tanam hingga gagal panen itu terjadi. “Cukup sulit juga kalau keadaan di lapangan akibat cuaca saat ini, tapi bagaimana langkah-langkah antisipasi yang diambil agar hal itu tidak terjadi,” katanya.

Irigasi tersebut baru dikerjakan oleh perusahaan BUMN yakni PT Adhi Karya. Saat progres pekerjaan baru sekitar 186 meter dari 1.500 meter. Kendala seperti apa pun, proyek tersebut harus diselesaikan agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya.

“Proyek itu melalui tahapan perencanaan yang panjang sehingga kami tetap inginkan supaya bisa ada manfaatnya,” beber Hendra.

Pekerjaan irigasi belum maksimal di Desa Kolabe, Kabupaten Kupang

Frangky Welkis, Kabid Pelaksana Sumber Daya Air (SDA) BBWS NT II, mengatakan ada potensi gagal tanam. Namun, hal itu sejak awal sudah dilakukan pemetaan karena proyek itu mulai dikerjakan pada triwulan ketiga.

“Nah itu memang terjadi sehingga apa yang kami lakukan, itu pertama adalah memastikan bahwa rencana tanam itu sampai pengairan harus terlayani dan terpenuhi,” kata Frangky.

BBWS NT II memaksimalkan untuk tetap melayani kebutuhan pengairan ke persawahan tersebut agar apa yang disampaikan tetap ditindaklanjuti. “Tentunya akan alami hambatan dalam pengerjaannya, tapi kebutuhan pengairan akan kami layani,” pungkas Frangky.

Petani setempat, Victor Imanuel Manoh, mengatakan bahwa proyek irigasi tersebut menggunakan APBN tahun anggaran 2025 senilai miliaran rupiah. Ia berharap proyek tersebut segera diselesaikan agar petani bisa melakukan tanam dan panen.(*CMBN01)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang
Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur
Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan
UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan
Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan
Dukungan Penuh Daniel Taimenas Perluas Akses KUR Bank NTT bagi UMKM
Soal Keberatan Tiga Anggota DPRD TTU, Egiardus Bana Desak BK Berpedoman pada UU 30/2014
Silaturahmi Bawaslu dan PKB Kabupaten Kupang, Sinergi Menuju Tahapan Pemilu

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:12

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:03

Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:53

Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:40

UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:37

Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.