Suara Hati Safirah Cornelia Abineno: Berdiri di Tengah Badai, Percaya Kebenaran Akan Menemukan Jalannya

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dra. Safirah Cornelia Abineno

Dra. Safirah Cornelia Abineno

Kupang,- Di tengah pusaran tudingan yang datang silih berganti, Dra. Safirah Cornelia Abineno berdiri kokoh dan tegap, seperti pohon yang tak tergoyahkan oleh angin. Ia tidak menyingkir dari badai, tetapi berdiri di hadapannya, dengan keberanian dan ketabahan.

Hidupnya telah diuji oleh kehilangan suami tercinta, namun ia tetap berdiri, dengan tanggung jawab jabatan yang membebani dirinya.

Dalam sunyi yang panjang, Safirah menemukan kekuatan untuk terus maju. Ia menanam keyakinan bahwa setiap peristiwa memiliki hukum keseimbangannya sendiri, dan bahwa kebenaran, seperti fajar, selalu menemukan jalannya meski malam berusaha memanjang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan keberanian dan ketabahan, ia menghadapi tuduhan yang diarahkan kepadanya, namun ruang pembelaan diri tak kunjung dibuka.

Safirah memandang disiplin birokrasi dan keadilan sebagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Disiplin adalah instrumen pengatur organisasi, sementara keadilan adalah ruh yang memberi arah.

Ketika disiplin berjalan tanpa keadilan, keseimbangan hukum pun terganggu, dan yang lahir bukan ketertiban, melainkan ketakutan. Dalam posisi itu, Safirah memilih menagih prosedur, bukan simpati; meminta keadilan ditegakkan, bukan mencari pembenaran.

Ia menegaskan bahwa tindakan disiplin terhadap bawahan merupakan perkara sensitif yang menuntut kebijaksanaan. Kepatuhan pada regulasi ASN harus disertai keadilan substantif.

Pemahaman menyeluruh terhadap aturan, pengumpulan fakta objektif, serta verifikasi bukti merupakan langkah awal yang tidak boleh dilompati. Hak untuk membela diri harus diberikan sebagai bagian dari prinsip keseimbangan hukum, agar keputusan tidak berat sebelah dan tidak menjadi preseden yang melukai rasa keadilan.

Dalam dialektika antara kuasa dan nurani, Safirah berpandangan bahwa ke depan pimpinan birokrasi semestinya mengedepankan pembinaan personal sebelum menjatuhkan sanksi formal. Proses klarifikasi perlu dicatat secara transparan. Dampak keputusan harus dipertimbangkan secara menyeluruh. Konsultasi dengan unit terkait menjadi bagian penting, sementara kerahasiaan wajib dijaga untuk melindungi martabat individu.

Safirah memilih untuk tetap percaya, meskipun menghadapi kekecewaan, disakiti oleh tekanan, dan dihadapkan pada berbagai intervensi. Ia meyakini hukum tabur tuai akan bekerja. Apa yang ditanam hari ini akan dituai esok hari. Setiap tindakan akan kembali kepada pelakunya, dan setiap keputusan akan menuai konsekuensinya sendiri.(*CMBN01)

Sumber: fajartimor.com

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Langkah Valen Kebo Pimpin PERBAKIN: Rapikan Organisasi, Siapkan Atlet NTT Berprestasi
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Tersandung Korupsi Tambang Nikel
Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan
Dugaan Pemerasan: Polda Usut Gerombolan Penjahat Digital di Balik Akun Tiktok Lika-Liku NTT
Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok
Suara Lantang Usman Husin dari Senayan: Ungkap Potret Nyata Kegelisahan di Kawasan Mutis
Motor Tak Kunjung Kembali, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polres Kupang 
Proyek Insinerator Rp5,9 Miliar Masuk Tahap Penyidikan di Kejati NTT 

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:23

Langkah Valen Kebo Pimpin PERBAKIN: Rapikan Organisasi, Siapkan Atlet NTT Berprestasi

Kamis, 16 April 2026 - 07:41

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Tersandung Korupsi Tambang Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 04:56

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan

Rabu, 15 April 2026 - 08:22

Dugaan Pemerasan: Polda Usut Gerombolan Penjahat Digital di Balik Akun Tiktok Lika-Liku NTT

Selasa, 14 April 2026 - 12:06

Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.