Kupang,- Sebuah aspirasi kuat dari masyarakat Fatuleu, Kabupaten Kupang, disampaikan oleh Asten Bait, seorang tokoh pemuda yang peduli dengan nasib masyarakatnya.
Ia meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kupang untuk tidak hanya turun ke lapangan, tetapi juga memberikan kepastian solusi untuk masyarakat Fatuleu yang telah lama menderita akibat jalan rusak.
Asten Bait mengapresiasi langkah Wakil Bupati Kupang yang telah meninjau langsung jalan rusak di Fatuleu, namun ia juga meminta agar Pemda Kupang tidak hanya berhenti pada janji-janji, tetapi juga memberikan kepastian bahwa jalan tersebut akan diperbaiki.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin pemerintah tidak hanya menjanjikan solusi, tetapi juga memberikan kepastian bagi kami masyarakat bahwa benar akan ada perbaikan terhadap jalan tersebut,” kata Asten Bait, Jumat (16/1).
Jalan rusak di Fatuleu telah menjadi masalah lama yang belum terpecahkan. Jalan Poros Tengah yang menghubungkan belasan desa di Fatuleu, Fatuleu Tengah, Takari, dan Amfoang telah dibangun sejak 2014 dengan menggunakan dana APBN, APBD NTT, dan APBD Kabupaten Kupang, namun hingga saat ini belum ada perbaikan yang signifikan.
Asten Bait menjelaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalan alternatif yang sangat penting bagi masyarakat Fatuleu, namun kondisinya yang rusak parah telah menyebabkan kesulitan bagi masyarakat.
“Kami berharap pemerintah daerah kabupaten Kupang segera merekomendasikan penetapan status jalan tersebut agar dapat diperbaiki dan masyarakat dapat menikmati akses yang lebih baik,” katanya.
Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu juga mendukung aspirasi Asten Bait dan meminta Pemda Kupang untuk segera menuntaskan persoalan jalan di Fatuleu.
“Kami berharap pemerintah daerah kabupaten Kupang segera mengeluarkan rekomendasi penetapan status jalan tersebut agar dapat diperbaiki dan masyarakat dapat menikmati akses yang lebih baik,” kata Asten Bait.
Pemda Kupang telah menunjukkan keseriusan dalam menangani masalah jalan rusak di Fatuleu, namun masih diperlukan langkah-langkah konkret untuk memberikan kepastian solusi bagi masyarakat. Asten Bait berharap bahwa aspirasinya dapat didengar dan ditindaklanjuti oleh Pemda Kupang.(*CMBN01)









