Dihadiri Gubernur NTT dan Bupati Kupang, Pembangunan Sekolah Rakyat Dimulai 

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ground breaking Sekolah Rakyat di Desa Oelnasi, Kabupaten Kupang.

Ground breaking Sekolah Rakyat di Desa Oelnasi, Kabupaten Kupang.

Kupang,- Dari jantung Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, sebuah mimpi besar mulai terwujud. Sekolah Rakyat Provinsi NTT, sebuah program strategis nasional yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan, resmi memulai pembangunan.

Kegiatan ground breaking yang dihadiri oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Kupang Yosef Lede, dan pejabat lainnya, menandai awal dari perjalanan panjang menuju pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak NTT.

Angin perubahan berhembus di Kupang, membawa harapan bagi ribuan anak yang selama ini terpinggeng. Menurut Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan perwujudan langsung dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh anak bangsa memperoleh hak atas pendidikan yang layak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Spirit dari program Sekolah Rakyat ini adalah memastikan amanat UUD 1945 benar-benar dirasakan oleh seluruh anak bangsa. Pendidikan adalah cara paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan yang selama ini berputar dalam keluarga-keluarga miskin,” ujar Gubernur NTT.

Sekolah Rakyat dirancang untuk mencetak generasi yang produktif dan memiliki kecakapan, sehingga mampu keluar dari kondisi kemiskinan turun-temurun. Oleh karena itu, Gubernur mengajak seluruh pihak untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.

Pada tahun 2026, Provinsi NTT mendapatkan tujuh paket pembangunan Sekolah Rakyat yang saat ini masih dalam tahapan proses. Kabupaten Kupang menjadi daerah pertama di NTT yang memulai pembangunan, sekaligus menjadi lokasi dengan dua jenjang pendidikan yang telah dipersiapkan.

Melki Laka Lena menekankan bahwa pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan hasil kerja sama lintas sektor. Pemerintah pusat melalui Balai Prasarana Strategis menyiapkan perencanaan dan pembiayaan, Pemerintah Provinsi NTT berperan sebagai fasilitator, sementara Pemerintah Kabupaten Kupang menyiapkan lahan dan dukungan di lapangan.

“Pembangunan ini terselenggara atas kerja sama semua pihak. Pemerintah pusat menyiapkan perangkat dan anggaran, pemerintah provinsi memfasilitasi, dan pemerintah kabupaten menyiapkan lahan serta dukungan teknis,” katanya.

Gubernur juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur penunjang, khususnya akses jalan menuju lokasi sekolah. Ia mendorong agar pembangunan jalan dapat diusulkan menggunakan anggaran pemerintah pusat agar tidak membebani APBD provinsi maupun kabupaten, dengan pelaksanaan disesuaikan dengan tahapan pembangunan sekolah.

Selain itu, Gubernur meminta seluruh unsur pemerintah daerah, mulai dari camat, kepala desa, hingga masyarakat sekitar, untuk menjaga agar proses pembangunan tidak mengalami hambatan. Ia menegaskan bahwa segala bentuk gangguan yang dapat menghambat pelaksanaan program harus dihindari.

“Proses pembangunan ini harus dijaga bersama agar tidak terhambat. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan, tentu sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Kupang* Yosef Lede menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas penetapan Kabupaten Kupang sebagai salah satu penerima program Sekolah Rakyat. Ia menyebut program tersebut sebagai solusi atas persoalan pendidikan yang masih dihadapi daerahnya.

“Sebagai Bupati Kupang, saya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto karena Kabupaten Kupang mendapatkan Sekolah Rakyat. Ini adalah program luar biasa dan menjadi jawaban atas salah satu persoalan utama di daerah kami,” ujar Yosef Lede.

Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Kupang merupakan salah satu daerah dengan angka anak putus sekolah tertinggi di NTT. Berdasarkan data pemerintah daerah, terdapat sekitar 11.000 anak yang tidak melanjutkan pendidikan, baik karena putus sekolah maupun keterbatasan ekonomi keluarga.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah pusat dalam menetapkan Kabupaten Kupang sebagai lokasi Sekolah Rakyat. Oleh karena itu, ia meminta agar anak-anak Kabupaten Kupang menjadi prioritas utama penerima manfaat dari sekolah tersebut.

“Saya menitipkan agar anak-anak Kabupaten Kupang menjadi prioritas, karena bangunan dan fisiknya berada di Kabupaten Kupang, sementara jumlah anak putus sekolah kami cukup besar,” katanya.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis NTT, Istiadi Nugroho, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang merupakan yang pertama di Provinsi NTT. Sekolah tersebut dirancang untuk menampung sebanyak 1.080 siswa dari tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA.

Ia menyampaikan bahwa sebagian siswa akan berasal dari sekolah rintisan yang sudah ada, sementara selebihnya akan direkrut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pembangunan fisik sekolah direncanakan berlangsung secara bertahap dengan target operasional pada tahun anggaran 2026–2027.

“Jika tidak ada kendala, kami menargetkan Sekolah Rakyat ini mulai beroperasi sekitar Juli 2027. Kami mohon doa dan dukungan seluruh stakeholder agar pelaksanaan berjalan sesuai kontrak dan jadwal,” ujar Istiadi.

Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat berharap keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang dapat menjadi percontohan untuk pengembangan Sekolah Rakyat di wilayah lain di Provinsi NTT.

Acara ground breaking ditutup dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Kupang Yosef Lede, dan Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis NTT sebagai tanda dimulainya pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi NTT.(*CMBN01)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Simon Petrus Kamlasi Dorong Penguatan Pertanian Jagung di Sumba Barat Daya
UPTD SD Inpres Nekmese dalam Upacara Harlah Pancasila
Musda Golkar Kabupaten Kupang Masuk Babak Panas, Alberto Tatibun Kantongi Dukungan Mayoritas
Ayo Bergabung di Road To Event Academy GAMKI NTT, Langkah Besar Pemuda Flobamora Naik Kelas
Aksi Cepat Resmob Satreskrim Polres Kupang Tuntaskan Kasus Pencurian Hand Traktor
Liga Pendidikan Indonesia zona Amfo’ang Raya resmi ditutup
Kepemimpinan Janto di BPJN NTT Dorong Pembangunan Jalan Tepat Mutu dan Berdampak Nyata
Drama Gol dan Semangat Juang Membara di LPI 2026 zona Amfoang Raya

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 02:28

Simon Petrus Kamlasi Dorong Penguatan Pertanian Jagung di Sumba Barat Daya

Senin, 1 Juni 2026 - 02:05

UPTD SD Inpres Nekmese dalam Upacara Harlah Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 01:10

Musda Golkar Kabupaten Kupang Masuk Babak Panas, Alberto Tatibun Kantongi Dukungan Mayoritas

Jumat, 29 Mei 2026 - 01:39

Aksi Cepat Resmob Satreskrim Polres Kupang Tuntaskan Kasus Pencurian Hand Traktor

Rabu, 27 Mei 2026 - 22:09

Liga Pendidikan Indonesia zona Amfo’ang Raya resmi ditutup

Berita Terbaru

Ritual di bawah pohon beringin; foto: Arnichus Loit

Budaya

Asal-Usul dan Makna Filosofis nama Desa Nunuanah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:22

Konten tidak bisa disalin.