KUPANG,- Kontestasi Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Kupang mulai memanas. Dua kandidat resmi telah mendaftar sebagai bakal calon Ketua DPD II Golkar Kabupaten Kupang periode 2026–2031, yakni Alberto Tatibun dan Jhon Oematan.
Pertarungan keduanya kini mengerucut pada peta dukungan internal partai yang mulai terbaca. Dari total 24 Pimpinan Anak Cabang (PAC), kubu Alberto Tatibun mengklaim telah mengantongi dukungan mayoritas, dengan komposisi sementara disebut berada pada angka 19 banding 6.
Meski dinamika politik internal Golkar masih sangat cair, kekuatan dukungan tersebut menjadi sinyal serius bahwa pertarungan Musda tidak akan berjalan mudah bagi kubu lawan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah menguatnya isu rekomendasi DPP Partai Golkar terhadap salah satu kandidat, nama Alberto Tatibun justru mencuri perhatian sebagai representasi kader lokal yang dinilai matang secara organisasi dan politik.
Alberto, kader muda kelahiran Kabupaten Kupang, dinilai hadir membawa semangat regenerasi dan penguatan kaderisasi internal partai.
Ketua Tim Pemenangan Alberto, Rita Juliana Saduk Adu, menegaskan bahwa dukungan terhadap Alberto lahir dari proses panjang kaderisasi dan pengalaman politik yang dimilikinya.
“Alberto Tatibun adalah kader yang berproses. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Kupang, Wakil Ketua Tim Pemenangan Bapilu, dan saat ini menjadi tenaga ahli anggota DPR RI Fraksi Golkar. Itu menunjukkan kapasitas dan konsistensinya di partai,” ujar Rita.
Menurut Rita, hingga saat ini sebanyak 17 PAC telah menyatakan dukungan kepada Alberto. Selain itu, dua organisasi sayap partai juga diklaim berada di barisan yang sama.
“Kalau dihitung dari dukungan PAC dan organisasi sayap, estimasi kekuatan suara sementara berada di angka 19,” katanya.
Sementara itu, sisa dukungan diperkirakan mengarah ke kubu Jhon Oematan. Namun demikian, seluruh peta politik masih berpotensi berubah hingga pelaksanaan Musda berlangsung.
Musda Golkar Kabupaten Kupang diprediksi menjadi salah satu pertarungan politik internal paling menarik tahun ini, terutama karena mempertemukan kekuatan rekomendasi elite dengan gelombang dukungan akar rumput kader daerah.**









