KUPANG — Salomiel Arnius Buraen atau Ary Buraen melantik Dian Teuf sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Amarasi (HIMARASI) periode 2026/2027. Pelantikan berlangsung di Aula Sulamanda, Kupang, Jumat, 7 Agustus 2026.
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan HIMARASI. Sejumlah unsur organisasi turut menghadiri kegiatan itu, di antaranya dewan pembina, para pendiri, orang tua, senior, serta pimpinan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, baik lokal maupun nasional.
Dalam prosesi pelantikan, Dian Teuf menerima mandat untuk memimpin HIMARASI bersama jajaran pengurus selama satu periode. Kepemimpinan baru itu diharapkan tidak sekadar menjaga keberlangsungan organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan persoalan masyarakat Amarasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ary Buraen, yang bertindak sebagai Dewan Pembina sekaligus pelantik, mengingatkan bahwa HIMARASI harus ditempatkan sebagai rumah bersama bagi mahasiswa asal Amarasi. Menurut dia, organisasi mahasiswa memiliki fungsi penting sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan, pengembangan intelektualitas, penguatan solidaritas, dan pembentukan kepedulian sosial.
“HIMARASI harus menjadi rumah bersama serta ruang pembelajaran bagi seluruh mahasiswa Amarasi. Karena itu, kepemimpinan HIMARASI ke depan harus mampu menjaga persatuan, membangun komunikasi dan menghadirkan kerja nyata,” kata Ary dalam momentum pelantikan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga eksistensi organisasi melalui komunikasi yang terbuka dan hubungan yang baik antara pengurus, anggota, senior, pembina, serta berbagai elemen organisasi lainnya. Soliditas internal dinilai menjadi salah satu fondasi penting agar HIMARASI dapat menjalankan fungsi organisasi secara berkelanjutan.
Dian Teuf mengatakan kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sekaligus meminta keterlibatan para pembina, pendiri, senior, pimpinan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, serta seluruh mahasiswa Amarasi.
“Kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari para pembina, pendiri, senior, para pimpinan OKP baik lokal maupun nasional dan seluruh mahasiswa Amarasi,” ujar Dian.
Di bawah semangat “Im Tabua Tafena Amarasi”, Dian mengatakan HIMARASI akan diarahkan menjadi wadah untuk memperkuat persaudaraan mahasiswa Amarasi sekaligus mengembangkan potensi generasi muda. Menurut dia, soliditas organisasi dan kemampuan membangun jejaring dengan berbagai pihak menjadi modal penting dalam menjalankan kepengurusan.
Pesan lain datang dari perwakilan orang tua mahasiswa Amarasi, Dr. Eliazer Teuf, S.Pd., M.Pd. Ia mengingatkan agar aktivitas organisasi tidak membuat mahasiswa mengabaikan kewajiban akademik.
“Berorganisasi penting, tetapi ingat studi jauh lebih penting. Jangan sampai mengorbankan studi demi organisasi,” kata Eliazer.
Selain persoalan akademik, Eliazer mendorong HIMARASI mulai memberi perhatian terhadap persoalan sosial-ekonomi yang dihadapi generasi muda Amarasi, terutama tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi.
Menurut dia, persoalan tersebut perlu dibahas secara serius oleh mahasiswa dan berbagai pemangku kepentingan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan HIMARASI, kata dia, adalah menggelar forum atau seminar yang secara khusus membahas tantangan lulusan perguruan tinggi dalam memasuki dunia kerja.
“Ini merupakan tantangan kita ke depan,” ujarnya.
Pelantikan Dian Teuf sekaligus menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru HIMARASI. Kepengurusan periode 2026/2027 diharapkan mampu menjaga organisasi tetap solid, terbuka terhadap gagasan, serta menghasilkan program yang tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga memberi kontribusi bagi masyarakat Amarasi.***









