WAINGAPU — Bagi sebuah keluarga, pendidikan anak bukan sekadar urusan bangku sekolah dan buku pelajaran. Di balik seragam yang dikenakan setiap pagi, tersimpan harapan agar anak-anak mereka kelak memiliki kehidupan yang lebih baik. Karena itu, kehadiran Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah menjadi bagian penting dalam menjaga agar mimpi tersebut tetap hidup.
Di Kabupaten Sumba Timur, sebanyak 1.440 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK menerima manfaat PIP. Selain itu, 30 mahasiswa juga mendapatkan alokasi KIP Kuliah. Angka tersebut bukan sekadar statistik program pemerintah, melainkan menggambarkan ribuan langkah kecil generasi muda Sumba Timur yang sedang berjuang menjemput masa depan melalui pendidikan.
Besarnya manfaat program pendidikan tersebut menjadi perhatian anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan NTT II, Stevano Rizky Adranacus, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sumba Timur, Senin (10/8/2026). Bagi Stevano, memastikan bantuan pendidikan sampai kepada penerima yang berhak merupakan bagian penting dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, pengawasan tidak boleh berhenti pada tahap penetapan penerima maupun pencairan anggaran. Setiap bantuan harus benar-benar diterima oleh siswa dan mahasiswa yang membutuhkan. Karena itu, ia mendorong mekanisme pengawasan yang lebih dekat dengan masyarakat agar potensi penyimpangan maupun pemotongan dapat dicegah sejak awal.
“Kami akan menerapkan sistem distribusi door-to-door. Pengawasan langsung hingga ke pintu rumah penerima menjadi strategi utama untuk menjamin bantuan utuh tanpa pemotongan sedikit pun, sekaligus memastikan manfaatnya diterima langsung oleh para siswa dan mahasiswa,” kata Stevano.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana kebijakan pendidikan diterjemahkan dalam kerja nyata di lapangan. Bagi keluarga penerima, bantuan yang diterima secara utuh dapat menjadi penopang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, mulai dari perlengkapan sekolah hingga berbagai kebutuhan lain yang selama ini menjadi beban di tengah keterbatasan ekonomi.
Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga, Stevano menempatkan pendidikan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan kesempatan untuk berkembang.
Karena itu, PIP dan KIP Kuliah harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan Sumba Timur. Ketika seorang anak memperoleh kesempatan untuk terus bersekolah, yang dibangun bukan hanya masa depannya sendiri, tetapi juga masa depan keluarga dan daerahnya. Dari ruang kelas hari ini, lahir calon guru, tenaga kesehatan, profesional, pengusaha, pemimpin dan berbagai sumber daya manusia yang kelak akan memberi warna bagi pembangunan daerah.
Stevano menyadari bahwa perjuangan memperluas akses pendidikan tidak cukup dilakukan melalui kebijakan di ruang-ruang pemerintahan. Pengawasan harus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Transparansi, akuntabilitas dan ketepatan sasaran menjadi prinsip penting agar setiap program benar-benar memberikan manfaat sebagaimana tujuan awalnya.
Di balik 1.440 penerima PIP dan 30 mahasiswa penerima KIP Kuliah, ada orang tua yang ingin melihat anaknya berhasil, ada siswa yang ingin terus belajar, serta ada mahasiswa yang ingin menyelesaikan pendidikan tinggi. Mereka adalah wajah dari sebuah harapan besar yang sedang tumbuh di tanah Sumba Timur.
Perjuangan tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang berapa banyak bantuan yang disalurkan, tetapi tentang bagaimana memastikan tidak ada anak yang terpaksa menghentikan pendidikan hanya karena keterbatasan. Setiap bantuan yang sampai dengan tepat adalah satu pintu yang tetap terbuka bagi generasi muda untuk mengejar cita-cita.
Dari Sumba Timur, pesan itu menjadi semakin jelas: pendidikan adalah jalan menuju masa depan, dan masa depan harus dijaga sejak hari ini. Melalui komitmen untuk mengawal penyaluran PIP dan KIP Kuliah secara transparan, Stevano Rizky Adranacus berupaya memastikan bahwa setiap kesempatan pendidikan benar-benar menemukan mereka yang membutuhkan—agar mimpi anak-anak Sumba Timur tidak berhenti di tengah jalan, tetapi terus tumbuh hingga menjadi kenyataan.**









