UPTD SD Inpres Nekmese dalam Upacara Harlah Pancasila

Senin, 1 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru & murid dalam upacara bendera; foto&kolase: WAG SD I Nekmese

Guru & murid dalam upacara bendera; foto&kolase: WAG SD I Nekmese

AmarasiSelatan,-CMBNews.id.- UPTD SD Inpres Nekmese sebagaimana sekolah-sekolah di sekitarnya hari ini, Senin (1/6/26) menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Sudah dalam pengetahuan umum, istilah Pancasila pertama kali disebutkan oleh Ir. Sukarno pada pidatonya di depan Sidang Badan Penyelenggara Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila, dan dinyatakan pula sebagai Hari Libur Nasional, namun upacara tetap harus dilaksanakan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Surat Edaran Nomor: 11426/B/MDM.A/HK.04.00/2026 tanggal 29 Mei 2026 yang ditujukan kepada para gubernur, bupati, dan walikota se-Indonesia mengingatkan untuk mengadakan upacara bendera, termasuk satuan-satuan pendidikan.

Maka, UPTD SD Inpres Nekmese mengambil bagian di dalamnya. Pada kesempatan ini Kepala UPTD SD Inpres Nekmese menyampaikan sambutan sebagai berikut:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

PIDATO HARI LAHIR PANCASILA
Tema: “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Pemersatu Dunia”

Salam sejahtera bagi kita semua,

Yang saya hormati Bapak/Ibu Guru, para orang tua, serta anak-anak peserta didik yang saya banggakan.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena pada hari ini kita dapat mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila dalam keadaan sehat dan penuh sukacita.

Hari ini, 1 Juni, kita mengenang lahirnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila bukan sekadar lima sila yang dihafalkan, melainkan nilai-nilai yang harus dihidupi dalam keluarga, sekolah, masyarakat, bahkan dalam pergaulan dunia.

Tema peringatan tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Pemersatu Dunia,” mengingatkan kita bahwa Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, dan budaya dapat hidup bersama karena memiliki Pancasila sebagai perekat persatuan. Nilai-nilai Pancasila mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk bermusuhan, melainkan kekayaan yang harus dirawat dan dihargai.

Bagi kita yang hidup dan belajar di wilayah pedesaan, Pancasila sesungguhnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika warga kampung bergotong royong membersihkan lingkungan, memperbaiki jalan, menjaga sumber air, atau membantu keluarga yang sedang mengalami kesulitan, di situlah nilai Pancasila hidup. Ketika anak-anak bermain tanpa membeda-bedakan suku, agama, atau latar belakang keluarga, di situlah Pancasila bertumbuh.

Di sekolah dasar, Pancasila dapat diwujudkan melalui sikap sederhana: berdoa dengan sungguh-sungguh, menghormati guru, menyayangi teman, menjaga kebersihan sekolah, belajar dengan tekun, serta berkata jujur. Nilai-nilai kecil ini akan membentuk generasi yang berkarakter kuat dan cinta tanah air.

Anak-anakku yang saya banggakan,

Kalian adalah generasi masa depan Indonesia. Dari ruang-ruang kelas sederhana di desa, akan lahir guru, dokter, pendeta, imam, polisi, tentara, pemimpin daerah, bahkan pemimpin bangsa. Karena itu, jangan pernah merasa kecil atau tertinggal hanya karena kalian bersekolah di pedesaan. Banyak tokoh besar Indonesia yang lahir dan tumbuh dari kampung-kampung sederhana.

Di era globalisasi saat ini, dunia menghadapi berbagai tantangan: konflik, kerusakan lingkungan, ketidakadilan sosial, dan perpecahan akibat perbedaan identitas. Nilai-nilai Pancasila seperti kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial dapat menjadi inspirasi bagi dunia untuk membangun kehidupan yang damai dan berkeadaban. Dengan demikian, Pancasila bukan hanya menjadi pemersatu bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi fondasi bagi terciptanya persaudaraan dunia.

Marilah kita menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat semangat belajar, mempererat persaudaraan, melestarikan budaya lokal, menjaga lingkungan, dan membangun Indonesia dari desa-desa yang kita cintai.

Akhirnya, marilah kita bersama-sama mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi Indonesia yang maju, adil, damai, dan bermartabat.

Dirgahayu Pancasila!

Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Pemersatu Dunia.

Terima kasih.

Laporan: Heronimus Bani~Pemulung Aksara

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Stevano dan Perjuangan Menjaga Mimpi Anak-Anak Sumba Timur
Estafet Kepemimpinan HIMARASI Berlanjut, Pesan Ary Buraen Dibawa Spirit “Im Tabua Tafena Amarasi”
BPJN NTT Sukses Tangani Proyek Sabuk Merah di Ujung Negeri, Jalan yang Membawa Harapan
Anatomi Problematika Pendidikan Dasar di Indonesia
Usman Husin Gerak Cepat Perjuangkan Irigasi Petani di Bena – TTS, BBWS NT II Langsung Turunkan Alat Berat
Usman Husin Dorong Masyarakat NTT Manfaatkan Program FAPE-PS Bernilai Miliaran Rupiah
Anggota DPR RI Usman Husin Soroti Risiko El Nino terhadap Ketahanan Pangan Nasional
Aspirasi Usman Husin Berbuah Hasil, Kelompok Tani Bintang Timur Terima Bantuan Rp50 Juta

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:35

Stevano dan Perjuangan Menjaga Mimpi Anak-Anak Sumba Timur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 03:30

Estafet Kepemimpinan HIMARASI Berlanjut, Pesan Ary Buraen Dibawa Spirit “Im Tabua Tafena Amarasi”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 02:24

BPJN NTT Sukses Tangani Proyek Sabuk Merah di Ujung Negeri, Jalan yang Membawa Harapan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 02:48

Anatomi Problematika Pendidikan Dasar di Indonesia

Selasa, 4 Agustus 2026 - 02:55

Usman Husin Gerak Cepat Perjuangkan Irigasi Petani di Bena – TTS, BBWS NT II Langsung Turunkan Alat Berat

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.