JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, meminta pemerintah segera memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi El Nino 2026 yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang. Menurutnya, kesiapsiagaan sejak dini menjadi kunci untuk mengurangi risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan terhadap produksi pangan nasional.
Usman mengatakan koordinasi lintas kementerian dan lembaga harus segera dilakukan agar penanganan dampak El Nino berjalan efektif. Ia menilai sektor pertanian menjadi bidang yang paling rentan apabila pemerintah terlambat mengambil langkah mitigasi.
“Mitigasi harus dipersiapkan sejak sekarang agar dampak El Nino terhadap petani dan ketahanan pangan bisa ditekan,” kata Usman di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Politikus PKB itu juga meminta perhatian lebih besar diberikan kepada wilayah Indonesia bagian tengah dan timur yang dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi terhadap kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan selama musim kemarau.
Selain memperkuat koordinasi, Usman mendorong pemerintah mengoptimalkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk membantu menjaga ketersediaan air di daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan berkepanjangan.
Di sektor pertanian, ia menilai percepatan pembangunan sumur bor di kawasan sentra produksi pangan menjadi langkah strategis. Ketersediaan sumber air, menurutnya, akan membantu petani tetap menjalankan musim tanam sehingga risiko gagal panen dapat ditekan.
Usman berharap pemerintah segera menetapkan strategi terpadu dalam menghadapi El Nino 2026. Dengan langkah yang cepat dan terencana, dampak terhadap sektor pertanian, lingkungan, dan kehidupan masyarakat diharapkan dapat diminimalkan, sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.***









