Asal-Usul dan Makna Filosofis nama Desa Nunuanah

Sabtu, 30 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ritual di bawah pohon beringin; foto: Arnichus Loit

Ritual di bawah pohon beringin; foto: Arnichus Loit

 

Nama Desa Nunuanah menyimpan makna filosofis yang mendalam, berkelindan erat dengan sejarah dan napas budaya masyarakat setempat. Secara etimologis, “Nunuanah” berakar dari dua kata, yaitu Nunuh yang berarti pohon beringin, dan Anah yang berarti anak. Nama ini lahir dari satu tradisi luhur yang diwariskan secara turun-temurun sejak masa silam.

Alkisah pada zaman dahulu, setiap kali seorang ibu melahirkan, ari-ari (plasenta) sang bayi akan disimpan dengan khidmat di atas dahan pohon beringin. Bagi masyarakat setempat, beringin adalah pilar yang sakral, kokoh, dan menaungi kehidupan. Menitipkan ari-ari di sana merupakan simbol harapan dan doa agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, sehat, serta membawa maslahat bagi keluarga maupun masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika bayi yang lahir adalah seorang perempuan, pihak keluarga akan menggelar ritual adat di bawah keteduhan pohon beringin tersebut. Mereka datang membawa kapas, ikel (alat pemintal benang), nyiru, bakul, alat tenun, periuk, serta berbagai perlengkapan rumah tangga lainnya. Rangkaian lambang ini menjadi manifestasi doa agar kelak anak perempuan tersebut tumbuh menjadi pribadi yang tekun menenun, terampil bekerja, dan bijaksana dalam mengayuh bahtera rumah tangga.

Sebaliknya, jika laki-laki kecil yang lahir, keluarga akan membawa parang seraya melakukan simbolisasi pemotongan pohon. Prosesi ini diiringi dengan lantunan syair leba (lagu panen). Ritual tersebut melambangkan harapan agar anak laki-laki itu tumbuh menjadi sosok yang tangguh, rajin berkebun, dan mahir memanen hasil bumi di atas pohon fanik, sebagaimana jejak ketangkasan para leluhur terdahulu.

Bifuli: Simbol Sentuhan Kasih Sayang Ibu

Selain tersohor dengan nama Nunuanah, desa ini juga merawat sebutan lain, yakni “Bifuli”, yang bermakna membujuk. Nama bernuansa syahdu ini berakar dari laku kasih seorang ibu pada malam keempat pasca-kelahiran bayinya.

Kala sang buah hati menangis memecah sunyi malam, sang ibu akan mendekap dan membujuk, atau dalam bahasa setempat disebut fuli, hingga tangisnya mereda. Tradisi ini mengabadikan kehangatan kasih sayang seorang ibu yang tulus melindungi anaknya sejak embusan napas pertama di dunia.

Sistem Pemerintahan Adat

Pada masa lampau, tata kehidupan dan pemerintahan masyarakat di wilayah ini dipimpin oleh seorang Tamukung. Sistem Tamukung merupakan institusi pemerintahan adat yang mengayomi kehidupan komunal masyarakat. Kepemimpinan ini berpijak pada nilai-nilai persatuan, keluhuran budaya, serta hukum adat yang diwariskan suci oleh nenek moyang.

Hingga hari ini, Nunuanah bukan sekadar identitas geografis satu desa. Ia adalah kristalisasi sejarah, budaya, kehangatan kasih sayang, dan untaian harapan hidup yang terus dijaga, bersemi dari generasi ke generasi.

 

Penulis: Arnichus Loit
Editor: Heronimus Bani

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BPJN NTT Sukses Tangani Proyek Sabuk Merah di Ujung Negeri, Jalan yang Membawa Harapan
Usman Husin Gerak Cepat Perjuangkan Irigasi Petani di Bena – TTS, BBWS NT II Langsung Turunkan Alat Berat
Usman Husin Dorong Masyarakat NTT Manfaatkan Program FAPE-PS Bernilai Miliaran Rupiah
Anggota DPR RI Usman Husin Soroti Risiko El Nino terhadap Ketahanan Pangan Nasional
Aspirasi Usman Husin Berbuah Hasil, Kelompok Tani Bintang Timur Terima Bantuan Rp50 Juta
Usman Husin Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Safari Gemarikan pada 4 Desa di Kabupaten Kupang
Usman Husin Ajak Generasi Muda NTT Jadi Nelayan Modern, Bantuan Aspirasi Siap Dikawal
Kolaborasi DPD GAMKI NTT dan Pemuda Katolik Bangun Ekosistem Talenta AI di NTT

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 02:24

BPJN NTT Sukses Tangani Proyek Sabuk Merah di Ujung Negeri, Jalan yang Membawa Harapan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 02:55

Usman Husin Gerak Cepat Perjuangkan Irigasi Petani di Bena – TTS, BBWS NT II Langsung Turunkan Alat Berat

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:29

Usman Husin Dorong Masyarakat NTT Manfaatkan Program FAPE-PS Bernilai Miliaran Rupiah

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:03

Anggota DPR RI Usman Husin Soroti Risiko El Nino terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:52

Aspirasi Usman Husin Berbuah Hasil, Kelompok Tani Bintang Timur Terima Bantuan Rp50 Juta

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.