Kupang,- Di tengah hiruk pikuk kehidupan, ada sekelompok pemuda yang berjuang untuk menjaga bumi. Mereka adalah kader-kader GAMKI NTT dan CIS Timor, yang kembali melakukan aksi lanjutan penanaman anakan Kopi dan Asam Timor, Minggu 25 Januari 2026 di Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kupang, Camat Fatuleu Tengah, Pemerintah Desa Nunsaen dan Ketua Majelis Jemaat GMIT Fatusuki Naifalo bersama jemaat, terlebih dahulu mengikuti ibadah Minggu bersama Jemaat GMIT Fatusuki Naifalo.
- GAMKI BERDAMPAK BAGI ALAM
Pohon-pohon ini tidak hanya menjadi simbol harapan, tapi juga menjadi bukti nyata bahwa pemuda Kristen peduli dengan lingkungan. Mereka berjuang untuk menghijaukan dan menyelamatkan bumi, agar generasi mendatang dapat menikmati keindahan alam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris DPD GAMKI NTT, Amos Lafu, S.H.,M.H, memimpin langsung kegiatan penanaman anakan pohon ini, mengatakan bahwa penanaman ini dilaksanakan sebagai wujud nyata dari Pemuda Kristen untuk ikut menghijaukan dan menyelamatkan bumi.
“Penanaman anakan pohon asam di lokasi bekas dan berpotensi longsor merupakan salah satu cara GAMKI merestorasi ekosistem dan upaya mitigasi bencana jangka panjang,” ujar Amos Lafu.

Amos menjelaskan, anakan pohon Asam Timor dipilih karena memiliki akar tunggang yang kuat, mampu beradaptasi di tanah marginal, dan memiliki umur panjang. Akar pohon asam, terutama akar tunggangnya yang kuat, bertindak sebagai jangkar alami, mengikat partikel tanah, sehingga meningkatkan kohesi tanah dan mencegah pergeseran tanah lebih lanjut.
Selain itu, pohon asam juga memberikan nilai tambah bagi warga lokal melalui hasil buahnya, sehingga mendorong masyarakat untuk menjaga pohon tersebut dan tidak menebangnya.

“GAMKI NTT juga menanam anakan kopi di titik mata air Desa Nunsaen, dengan tujuan tidak hanya secara ekonomi tetapi juga berperan penting dalam konservasi lingkungan. Pohon kopi ini menjadi bagian sistem agroforestri menyeimbangkan antara kebutuhan manusia dan kelestarian alam,” ujar Amos.
- Ucapan Terima Kasih Pemerintah dan Gereja
Camat Fatuleu Tengah, Gratia S. B. Rawis, S.IP.,M.M, mengucapkan terima kasih atas aksi nyata dari GAMKI, GMIT dan CIS Timor, yang telah melakukan aksi nyata penanaman anakan pohon asam dan kopi di desa Nunsaen.
“Terima kasih sudah memberikan contoh yang baik bagi kami di Fatuleu Tengah. Kami banyak melihat dan mendengar berbagai program hebat dari GAMKI NTT, namun hari ini kami secara langsung menerima dampak positif ini,” ujar Camat Fatuleu Tengah.

Kepala Desa Nunsaen, Literhaert Niuflapu juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi GAMKI atas dedikasi dan bantuan nyata dalam program reboisasi ini. Langkah kecil yang dilakukan GAMKI NTT hari ini akan menjadi warisan besar bagi generasi mendatang, khususnya masyarakat Nunsaen.
Sedangkan Ketua Majelis Jemaat GMIT Fatusuki Naifalo, Pendeta Margarita Lay Klakik, S.Th, mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan karena kasih dan kemurahan-Nya, Jemaat Fatusuki Naifalo boleh bertemu dengan GAMKI NTT.

“Ini sebuah kebersamaan yang penuh dengan sukacita dan berkat. Kami berharap kedepan program ini terus dijalankan, jangan hanya sampai di sini saja,” ujar Pendeta Margarita.(*CMBN01)









