Kupang,- Di tengah hiruk pikuk kehidupan birokrasi dan politik di Kabupaten Kupang, muncul pertanyaan besar tentang kepemimpinan Bupati Kupang. Apakah dia benar-benar siap menjadi pemimpin yang bijak dan visioner?
Rian Van Frits Kapitan, S.H.,M.H, praktisi hukum dan tokoh masyarakat Kabupaten Kupang, memiliki pendapat yang cukup mengejutkan tentang hal ini.
“Menurut saya, Bupati Kupang itu kekanakan-kanakan,” kata Rian Van Frits Kapitan dengan tegas, Rabu (28/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menjelaskan bahwa pernyataan Bupati Kupang yang menyebut DPRD sebagai “ngawur” adalah contoh dari kepemimpinan yang tidak bijak.
“Sebagai mitra, DPRD dan eksekutif harus bekerja sama dan menghormati satu sama lain. Tapi, pernyataan seperti yang beredar luas tersebut menunjukkan bahwa Bupati Kupang belum paham tentang bagaimana menjadi pemimpin yang bijak,” ujarnya.
Advokat senior ini menjelaskan bahwa sebagai representasi dari kekuasaan eksekutif, Bupati Kupang harus menjaga etika komunikasinya. “Dia (Bupati Kupang) harus paham bahwa dalam berkomunikasi sebagai seorang pejabat, itu harus dijaga benar. Apalagi ini kan hanya berkaitan dengan perbedaan pendapat,” katanya.
Menurut Rian Kapitan, DPRD memiliki fungsi pengawasan dan harus berkomentar tentang kinerja eksekutif. “Kalau mereka berkomentar tentang kinerja eksekutif, ya itu memang harus begitu. Tapi, kalau ditanggapi secara emosional oleh Bupati Kupang, sampai dengan menyatakan bahwa DPRD itu ngawur, maka dia kekanakan-kanakan,” ungkapnya.
Tokoh muda Kupang Timur ini juga menyoroti beberapa kebijakan Bupati Kupang yang amburadul dan bertentangan dengan peraturan di atasnya. “Misalkan, pelantikan yang amburadul, surat edaran Bupati tentang denda yang merokok di tempat umum, padahal kan harus diatur oleh Perda. Nah, kemudian ada juga beberapa kebijakan di bidang hukum amburadul dan bertentangan dengan peraturan di atasnya,” katanya.
Menurut Rian, Bupati Kupang harus memperbaiki etika komunikasinya dan hubungannya dengan DPRD. “Bupati harus paham bahwa DPRD itu adalah mitra bupati, eksekutif. Dua lembaga ini sejajar. Pernyataan kontroversial kepada anggota DPRD menunjukkan sikap kekanakan-akan,” jelasnya.
Rian Van Frits Kapitan juga memberikan saran kepada Bupati Kupang untuk memperbaiki kebijakannya. Di dalam merumuskan kebijakan, harus konsultasi dengan pejabat-pejabat membidangi bidang-bidang teknis. Kemudian perbaiki etika komunikasi dan juga perbaiki hubungan dengan DPRD.
Dengan demikian, Rian Van Frits Kapitan berharap bahwa Bupati Kupang dapat menjadi pemimpin yang lebih bijak dan visioner. “Kita berharap bahwa Bupati Kupang dapat memperbaiki dirinya dan menjadi pemimpin yang lebih baik untuk Kabupaten Kupang Emas,” tandasnya.***









