Malaka,- Paket pekerjaan Inpres Jalan Daerah (IJD) yakni Pelebaran Jalan Menuju Standar pada ruas SP. Balibo – SP. Umasukaer di Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, dibangun dengan anggaran fantastis puluhan miliar rupiah, menjadi sorotan masyarakat karena kualitas pengerjaannya yang dipertanyakan.
Proyek dengan nomor kontrak HK 0201-Bpjn 11.7.2/711 tersebut telah rampung pada 31 Desember 2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp 20.422.288.000,00 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Proyek ini dikerjakan oleh PT. Bahagia Timor Mandiri yang ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan.

Pekerjaan pelebaran jalan ini baru selesai dikerjakan dan dilakukan Provisi Hand Over atau PHO pada awal Januari 2026 kemarin, dan saat ini masih dalam masa pemeliharaan hingga akhir 2026 mendatang. Karena masih dalam masa pemeliharaan dan belum dilakukan Final Hand Over atau FHO maka sesuai ketentuan, penyedia jasa wajib melakukan pemeliharaan atau perbaikan apabila terjadi kerusakan-kerusakan kecil selain kerusakan berat yang disebabkan bencana alam atau force majure.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Paket Pekerjaan Inpres Jalan Daerah ini bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Malaka, Provinsi NTT. Terkait dengan kualitas pekerjaan proyek tersebut yang dipertanyakan khususnya struktur penahan jalan dan bahu got yang terkesan asal jadi, pihak PT Bahagia Timor Mandiri angkat bicara.
Gusti Nale selaku pengawas pelaksana lapangan PT. Bahagia Timor Mandiri kepada media ini, Kamis 12 Februari 2026 malam melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa proyek tersebut sudah Provisi Hand Over (PHO) sejak akhir Desember 2025. Sedangkan saat ini dalam tahapan pemeliharaan selama satu tahun kedepan.

“Pemeliharaan selama 1 tahun dari Januari sampai Desember 2026. Sedangkan kerusakan yang menjadi keluhan masyarakat sudah dilakukan perbaikan sejak tanggal 2 Februari kemarin dan hari ini selesai,” ujarnya.
Gusti juga menambahkan kerusakan terjadi bukan karena kualitas pekerjaan namun dikarenakan alam atau curah hujan yang tinggi beberapa pekan terakhir ini. Namun jika nanti masih ada kerusakan lagi maka pihaknya akan bertanggung jawab dan melakukan perbaikan kembali.

“Selama masa pemeliharaan kami akan tetap bertanggung jawab terhadap setiap kerusakan. Apalagi pekerjaan baru selesai dan langsung diperhadapkan dengan musim hujan, ditambah lagi dengan proyek tersebut area pegunungan,” tandasnya.**









