Legislator Winston Rondo Apresiasi CIS Timor dan Pemdes Meusin Bangun Kesadaran Perempuan Tangguh Bencana

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD NTT, Winston Rondo bersama CIS Timor dan masyarakat Desa Meusin.

Anggota DPRD NTT, Winston Rondo bersama CIS Timor dan masyarakat Desa Meusin.

Boking,– Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Winston Rondo, melakukan kunjungan kerja di Desa Meusin, Kecamatan Boking, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Jumat, (13/02/2026).

Kunjungan kerja ini dirangkaikan dengan pembukaan Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang khusus ditujukan untuk Tim Siaga Bencana (TSB) Desa Meusin.

Dalam sambutannya, Winston Rondo memberikan apresiasi yang tinggi kepada 25 peserta pelatihan yang didominasi oleh kaum perempuan. Menurutnya, keterlibatan aktif perempuan dalam program kesiapsiagaan bencana merupakan langkah strategis dan fundamental.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya menyampaikan apresiasi kepada 25 peserta yang hadir hari ini, dan saya melihat mayoritas adalah perempuan. Ini sangat penting. Dalam banyak pengalaman kebencanaan, perempuan adalah garda terdepan menjaga keluarga, memastikan anak-anak selamat, pangan tersedia, dan kehidupan tetap berjalan. Ketangguhan Desa Meusin sangat ditentukan oleh ketangguhan perempuan-perempuannya,” ujar Winston Rondo di hadapan para peserta.

Politisi yang pernah berkecimpung di LSM ini menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan biasa. Ia mendorong masyarakat untuk mengubah paradigma bahwa bencana bukanlah takdir yang tak terelakkan, melainkan sebuah risiko yang dapat dikelola. Dengan mengingat pengalaman pahit bencana banjir dan longsor yang pernah melanda wilayah tersebut, Winston mengajak warga untuk beralih dari posisi sebagai korban menjadi pelaku mitigasi.

“Desa Meusin memiliki ancaman nyata: banjir dan longsor yang merusak rumah dan kebun. Ini bukan cerita jauh, ini pengalaman yang sudah dirasakan. Namun kita harus mengubah cara pandang. Melalui pelatihan ini, kita sedang belajar memetakan ancaman, mengenali titik rawan, menyusun rencana evakuasi, dan membangun sistem kesiapsiagaan. Inilah fondasi desa tangguh,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Winston Rondo juga menyoroti pentingnya kolaborasi sebagai kunci utama keberhasilan program. Ia memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada CIS Timor yang konsisten mendampingi masyarakat akar rumput, serta kepada PENA Bulu dan Oxfam yang memberikan dukungan nyata. Tidak lupa, ia juga mengapresiasi Pemerintah Desa Meusin yang telah membuka ruang dan mendukung penuh proses pelatihan ini.

“Kerja seperti ini bukan sekadar proyek kegiatan. Ini adalah investasi kemanusiaan. Ketangguhan tidak dibangun sendirian. Ia lahir dari kolaborasi masyarakat, lembaga, dan pemerintah,” tambahnya.

Lebih lanjut, mantan Direktur CIS Timor ini menekankan pentingnya keberlanjutan program pasca-pelatihan. Ia berharap pelatihan ini dapat melahirkan langkah-langkah konkret, seperti terbentuknya Kelompok Siaga Bencana Desa yang aktif, tersusunnya rencana kontinjensi yang jelas, serta terintegrasinya program ini dalam perencanaan dan penganggaran desa.

“Desa tangguh bukan slogan. Ia adalah sistem yang hidup, yang dipraktikkan dan dijaga bersama,” imbuhnya.

Winston Rondo menutup sambutannya dengan pesan yang menggetarkan semangat warga Desa Meusin. Ia meyakini bahwa dari ruang pelatihan yang sederhana ini, akan lahir komitmen-komitmen kuat untuk membangun ketangguhan.

“Saudara-saudari sekalian, Desa Meusin mungkin kecil di peta, tetapi hari ini kita sedang membangun sesuatu yang besar: kesadaran, keberanian, dan kesiapsiagaan. Hujan deras mungkin akan datang lagi. Tanah bisa saja bergerak. Tetapi kita tidak boleh lagi menjadi masyarakat yang hanya menunggu dan pasrah. Ketangguhan bukan berarti tidak pernah terkena bencana. Ketangguhan berarti siap, terorganisir, dan saling menjaga. Mari kita pastikan: ketika bencana datang, Desa Meusin tidak hanya bertahan, tetapi bangkit lebih kuat,” pungkasnya.

Kegiatan pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas warga Desa Meusin dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus menjadikan desa tersebut sebagai model ketangguhan bencana berbasis masyarakat di Kabupaten TTS.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Langkah Valen Kebo Pimpin PERBAKIN: Rapikan Organisasi, Siapkan Atlet NTT Berprestasi
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Tersandung Korupsi Tambang Nikel
Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan
Dugaan Pemerasan: Polda Usut Gerombolan Penjahat Digital di Balik Akun Tiktok Lika-Liku NTT
Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok
Suara Lantang Usman Husin dari Senayan: Ungkap Potret Nyata Kegelisahan di Kawasan Mutis
Motor Tak Kunjung Kembali, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polres Kupang 
Proyek Insinerator Rp5,9 Miliar Masuk Tahap Penyidikan di Kejati NTT 

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:23

Langkah Valen Kebo Pimpin PERBAKIN: Rapikan Organisasi, Siapkan Atlet NTT Berprestasi

Kamis, 16 April 2026 - 07:41

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Tersandung Korupsi Tambang Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 04:56

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan

Rabu, 15 April 2026 - 08:22

Dugaan Pemerasan: Polda Usut Gerombolan Penjahat Digital di Balik Akun Tiktok Lika-Liku NTT

Selasa, 14 April 2026 - 12:06

Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.