PPK Proyek Rehabilitasi Irigasi Netemnanu: Paket 1 Masa Pemeliharaan, Paket II Denda dan Segera Diselesaikan 

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerjaan paket II Rehabilitasi Irigasi Netemnanu yang dikerjakan CV GWENSA

Pekerjaan paket II Rehabilitasi Irigasi Netemnanu yang dikerjakan CV GWENSA

Kupang,- Di Desa Netemnanu, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, ratusan petani menggantungkan harapan pada distribusi air dari Sungai Noel Fael. Namun, proyek rehabilitasi saluran irigasi yang seharusnya mengairi lebih dari 800 hektar lahan sawah aktif masih belum rampung.

Proyek ini merupakan tanggung jawab Satuan Kerja (Satker) NVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Nusa Tenggara (Nusra) II di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II Provinsi NTT. Pengerjaannya dibagi dalam dua paket proyek dengan total anggaran miliar rupiah.

Paket pertama dikerjakan oleh PT Cinta Karya Membangun dengan panjang rehabilitasi jaringan irigasi sekitar 11 kilometer nilai miliaran rupiah. Ham yang sama juga terhadap paket kedua ditangani CV Gwensa sepanjang kurang lebih 4 kilometer dengan nilai kontrak miliaran rupiah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pekerjaan paket II yang dikerjakan CV GWENSA

Pembongkaran saluran irigasi di sejumlah titik memang telah dilakukan sejak Oktober 2025, tetapi hingga pertengahan Februari 2026, sejumlah ruas dengan panjang belasan hingga puluhan meter yang telah dibongkar total terlihat belum juga dirampungkan.

Yan Tampani selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi Rawa BWS Nusa Tenggara II, menegaskan bahwa proyek ini harus diselesaikan sesuai dengan syarat-syarat dalam kontrak.

“Tentu kami tidak ingin proyek ini ada keterlambatan. Maka dari itu, selaku PPK Saya aktif melakukan pemantauan lapangan dan berkoordinasi dengan pelaksana proyek. Kami ingin memastikan bahwa proyek ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak ada kerugian lebih besar baik pada petani maupun pihak ketiga dalam pembayaran denda,” ujar Yan, Selasa (17/2/2026) sore.

Menurutnya, paket pertama dikerjakan oleh PT Cinta Karya Membangun sudah dalam tahap pemeliharaan dan sementara memperbaiki patahan saluran lama. Sedangkan CV GWENSA sudah didenda karena keterlambatan.

Pekerjaan paket II yang dikerjakan CV GWENSA

“Kami kejar agar akhir bulan ini atau bulan depan sudah bisa diselesaikan untuk paket dua,” jelas Yan Tampani.

Keterlambatan proyek ini telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan petani. Namun PPK tetap optimis proyek ini diselesaikan secepatnya agar petani dapat memulai musim tanam.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Langkah Valen Kebo Pimpin PERBAKIN: Rapikan Organisasi, Siapkan Atlet NTT Berprestasi
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Tersandung Korupsi Tambang Nikel
Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan
Dugaan Pemerasan: Polda Usut Gerombolan Penjahat Digital di Balik Akun Tiktok Lika-Liku NTT
Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok
Suara Lantang Usman Husin dari Senayan: Ungkap Potret Nyata Kegelisahan di Kawasan Mutis
Motor Tak Kunjung Kembali, Oknum Polisi Dilaporkan ke Polres Kupang 
Proyek Insinerator Rp5,9 Miliar Masuk Tahap Penyidikan di Kejati NTT 

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:23

Langkah Valen Kebo Pimpin PERBAKIN: Rapikan Organisasi, Siapkan Atlet NTT Berprestasi

Kamis, 16 April 2026 - 07:41

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Tersandung Korupsi Tambang Nikel

Kamis, 16 April 2026 - 04:56

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan

Rabu, 15 April 2026 - 08:22

Dugaan Pemerasan: Polda Usut Gerombolan Penjahat Digital di Balik Akun Tiktok Lika-Liku NTT

Selasa, 14 April 2026 - 12:06

Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.