Bupati Nagekeo Ingatkan: Stabilitas Daerah Kunci Dapat Dukungan Proyek Infrastruktur dari Pusat

Selasa, 31 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus

Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus

MBAY,- Di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, jalan bukan sekadar bentangan aspal yang menghubungkan satu titik ke titik lain. Ia adalah denyut kehidupan—mengantar hasil kebun ke pasar, membuka akses pendidikan, dan memperpendek jarak harapan masyarakat.

Ruas jalan Pu’u Wada–Ngera–Mauponggo adalah salah satu jalur penting itu. Sejak dikerjakan pada tahun 2023, jalan ini telah memberi manfaat nyata bagi mobilitas warga. Namun, seiring waktu berjalan, alam pun ikut “bekerja”.

Hujan yang terus mengguyur, perubahan cuaca ekstrem, serta kondisi geografis yang menantang perlahan menggerus daya tahan jalan. Di beberapa titik ruas Ngera–Mauponggo, badan jalan mulai mengalami penurunan hingga tampak amblas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah kondisi tersebut, muncul berbagai asumsi di ruang publik. Salah satunya adalah tudingan bahwa kerusakan jalan disebabkan oleh mobilitas kendaraan proyek dari pihak ketiga yang mengerjakan proyek tahun 2025. Namun faktanya, kondisi jalan yang mengalami penurunan lebih disebabkan oleh faktor alam dan usia konstruksi yang telah berjalan sejak 2023, bukan semata-mata karena lalu lintas kendaraan proyek.

Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, pun angkat bicara. Ia mengajak masyarakat untuk melihat persoalan ini secara utuh dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan.

Baginya, kritik tentu penting sebagai bentuk kepedulian. Namun ia juga mengingatkan agar kritik tidak berkembang menjadi narasi yang justru merugikan daerah sendiri.

Dalam pernyataannya pada Jumat, 27 Maret 2026, Simplisius menyampaikan pesan yang lebih luas—bahwa stabilitas persepsi publik sangat berpengaruh terhadap kepercayaan pemerintah pusat.

“Kalau kita diberi satu, lalu ributnya macam begini, mereka (Pemerintah Pusat) mau kasih lagi yang lain mereka harus pikir lagi,” ungkapnya.

Pesan itu sederhana, namun bermakna dalam: menjaga kepercayaan adalah bagian dari pembangunan itu sendiri.

Sebab di balik setiap proyek yang hadir ke daerah, ada penilaian, ada pertimbangan, dan ada harapan keberlanjutan. Ketika sebuah daerah mampu menunjukkan bahwa pembangunan dijaga bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat maka peluang untuk mendapatkan program lanjutan akan tetap terbuka.

Hari ini, mungkin jalan itu sedang diuji oleh alam. Namun ke depan, yang lebih penting adalah bagaimana semua pihak menjaga harapan yang sama: agar pembangunan terus hadir, terus diperbaiki, dan terus memberi manfaat.

Karena bagi masyarakat Nagekeo, jalan bukan hanya soal hari ini, tetapi tentang masa depan yang ingin mereka capai bersama.***

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:49

Ketika singa hanya mencari makan, tetapi manusia mencari mangsa

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Rabu, 23 September 2026 - 06:59

Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.