KUPANG,- Langit pagi di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Timur, Selasa (7/4), terasa berbeda. Derap langkah ratusan pemuda, nyanyian pujian yang mengalun, serta wajah-wajah penuh harap menjadi penanda bahwa Paskah bukan sekadar perayaan, tetapi pengalaman iman yang hidup di tengah masyarakat. Di depan Gereja Kalvari Puluthie, Bupati Kupang Yosef Lede secara resmi melepas peserta Pawai Prosesi Paskah Pemuda Kristen Kabupaten Kupang 2026—sebuah perjalanan rohani yang bergerak dari hati menuju aksi nyata.
Pawai itu bukan hanya tentang berjalan dari titik start ke garis finish di Kantor Bupati Kupang. Ia adalah simbol perjalanan iman: dari pengorbanan menuju kemenangan, dari kegelapan menuju terang. Sejak Maret 2026, rangkaian kegiatan telah digelar—mulai dari pelayanan kesehatan gratis, bakti sosial, hingga kerja bakti membersihkan lingkungan. Semua bermuara pada satu pesan: kebangkitan Kristus harus terasa dan berdampak di tengah kehidupan sosial.
Di tengah semarak itu, suara dari lembaga legislatif menjadi penegas arah. Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas, S.H, menyampaikan apresiasi yang tidak sekadar formalitas. Baginya, Prosesi Paskah ini adalah ruang kesaksian publik—sebuah momentum di mana iman tidak berhenti di gereja, tetapi hadir di jalanan, di tengah masyarakat yang sedang bergumul dengan berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Daniel Taimenas juga melihat bahwa keterlibatan pemuda sebagai kekuatan utama. Dalam pandangannya, nilai kebangkitan Kristus harus diterjemahkan dalam tindakan nyata: membangun solidaritas, menjaga toleransi, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. DPRD, kata dia, berdiri bersama setiap gerakan yang memperkuat nilai kemanusiaan dan persaudaraan di Kabupaten Kupang.
Dukungan legislatif ini menjadi energi tambahan bagi pemerintah daerah. Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari visi besar membangun manusia Kupang yang beriman, bersatu, dan berdaya saing. Tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” menjadi refleksi mendalam bahwa perubahan sejati dimulai dari hati, lalu diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.
Kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan gereja pun terlihat nyata. Ketua Sinode GMIT, Semuel Pandie, menyambut baik sinergi ini sebagai langkah strategis membangun iman sekaligus memperkuat fondasi sosial masyarakat. Gereja, menurutnya, tidak berjalan sendiri—melainkan bergandengan tangan dengan pemerintah untuk menghadirkan damai sejahtera bagi semua.

Sementara itu, tokoh masyarakat Jerry Manafe melihat prosesi ini sebagai bukti bahwa di tengah berbagai tantangan, semangat kebangkitan tetap hidup. Ia percaya, semakin banyak pihak yang terlibat, semakin luas pula terang yang bisa dirasakan masyarakat.
Menjelang senja, perjalanan iman itu akan mencapai puncaknya dalam malam puji-pujian di halaman Kantor Bupati Kupang, Oelamasi. Suara penyanyi rohani Angel Pieters akan melengkapi suasana, mengikat seluruh rangkaian kegiatan dalam satu harmoni pujian.
Di balik semua kemeriahan itu, tersimpan pesan sederhana namun kuat: bahwa kebangkitan Kristus bukan hanya dikenang, tetapi dihidupi. Dan melalui dukungan penuh DPRD Kabupaten Kupang, harapan itu menemukan jalannya—menjadi terang yang berjalan bersama rakyat, menyinari Kabupaten Kupang hari ini dan di masa depan.(*Chris)









