Simon Petrus Kamlasi Dorong Penguatan Pertanian Jagung di Sumba Barat Daya

Senin, 1 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua tokoh politik NTT bertemu di lahan pertanian jagung, Simon Petrus Kamlasi dan dr. Kornelis Kodi Mete.

Dua tokoh politik NTT bertemu di lahan pertanian jagung, Simon Petrus Kamlasi dan dr. Kornelis Kodi Mete.

Kupang,- Tokoh Nusa Tenggara Timur (NTT), Simon Petrus Kamlasi (SPK), menegaskan bahwa pertemuannya dengan dr. Kornelis Kodi Mete di kawasan pertanian jagung di Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), tidak berkaitan dengan agenda politik apa pun.

Menurut SPK, pertemuan tersebut murni merupakan silaturahmi sekaligus diskusi mengenai pengembangan sektor pertanian yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi masyarakat di NTT.

“Pertemuan ini tidak ada kaitannya dengan agenda politik. Kami bertemu sebagai sesama anak NTT yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah, khususnya di sektor pertanian,” kata SPK saat menjawab pertanyaan NTTPedia.id, Senin (1/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, SPK mengemban tugas sebagai Tenaga Ahli pada Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia. Sementara itu, dr. Kornelis Kodi Mete dikenal sebagai tokoh masyarakat Sumba Barat Daya yang aktif mengembangkan usaha pertanian jagung skala besar di wilayah Kodi.

SPK menjelaskan, kunjungannya ke kawasan pertanian jagung tersebut merupakan bagian dari upaya melihat secara langsung potensi sektor pangan di daerah sekaligus menyerap masukan dari para pelaku pertanian yang selama ini berkontribusi terhadap pengembangan komoditas pangan di NTT.

“Sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawab saya di bidang pangan, tentu penting untuk berdiskusi dengan para pelaku pertanian di daerah. Pak Kornelis merupakan salah satu tokoh yang memiliki pengalaman dan kontribusi nyata dalam pengembangan pertanian jagung di Sumba Barat Daya,” ujarnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung di tengah hamparan tanaman jagung yang siap panen itu, keduanya membahas berbagai isu terkait penguatan sektor pangan, mulai dari peningkatan produktivitas pertanian, pemberdayaan petani, hingga peluang pengembangan komoditas unggulan daerah.

Menurut SPK, sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian masyarakat sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi pertanian yang dimiliki NTT.

“Fokus kami adalah bagaimana potensi pertanian NTT dapat terus berkembang dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Diskusi yang kami lakukan lebih banyak berkaitan dengan penguatan sektor pangan, pemberdayaan petani, dan peluang pengembangan komoditas unggulan daerah,” katanya.

SPK berharap sektor pertanian di NTT terus tumbuh sebagai salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, komunikasi dan sinergi dengan berbagai elemen yang terlibat dalam pembangunan pertanian perlu terus diperkuat agar ketahanan pangan daerah dapat terwujud secara berkelanjutan.

“Yang kami bicarakan adalah bagaimana pertanian bisa menjadi kekuatan ekonomi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan daerah. Karena itu, pertemuan ini murni dalam konteks pembangunan sektor pertanian dan tidak memiliki kaitan dengan agenda politik apa pun,” tegasnya.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang
Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur
Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan
UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan
Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan
Dukungan Penuh Daniel Taimenas Perluas Akses KUR Bank NTT bagi UMKM
Soal Keberatan Tiga Anggota DPRD TTU, Egiardus Bana Desak BK Berpedoman pada UU 30/2014
Silaturahmi Bawaslu dan PKB Kabupaten Kupang, Sinergi Menuju Tahapan Pemilu

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:12

Agustinus Tae dan Kuasa Hukum Serahkan Bukti ke Polisi soal Muskot PBVSI Kota Kupang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:03

Mesin Perahu dari Usman Husin Jadi Jawaban Aspirasi Nelayan Sumba Timur

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:53

Usman Husin Temui Bupati Sumba Timur, Dorong Penguatan Pertanian dan Serahkan Bantuan Alsintan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:40

UDN dan Jurnalis Bangun Ruang Belajar Bersama, Dari Kualitas Berita hingga Isu Kelompok Rentan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:37

Bupati Falen Kebo Apresiasi Blue Ocean Salt, Investasi Pantura TTU Masuk Tahap Pelaksanaan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.