Antara Musda XI Golkar yang Tertunda dan Loyalitas 38 Tahun Daniel Taimenas

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Musda Golkar Kabupaten Kupang

Musda Golkar Kabupaten Kupang

KUPANG,- Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Kupang yang hingga kini belum menemukan kepastian telah melahirkan banyak tanda tanya. Di warung kopi, di rumah-rumah kader, hingga di sudut-sudut desa, orang mulai membicarakan satu hal yang sama, ada apa sebenarnya dengan Partai Golkar Kabupaten Kupang?

Penundaan Musda itu seperti menyisakan ruang kosong di hati para kader lama. Sebab Golkar bukan sekadar partai politik bagi mereka. Golkar adalah rumah perjuangan yang dibangun dengan loyalitas, pengabdian dan perjalanan panjang lintas generasi.

  • Dari Desa Kecil di Oben, Seorang Loyalis Golkar Itu Tumbuh

Di tengah ketidakpastian itu, nama Daniel Taimenas justru semakin sering disebut oleh masyarakat kecil di akar rumput. Bukan karena pencitraan. Bukan karena popularitas sesaat. Tetapi karena perjalanan panjangnya bersama Golkar yang tidak lahir dari ruang elit, melainkan dari tanah desa yang sederhana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahun 1988, ketika usianya masih 28 tahun, Daniel Taimenas muda memilih bergabung bersama Partai Golkar di Desa Oben. Saat sebagian anak muda seusianya masih mencari arah hidup, ia justru memilih jalan pengabdian politik. Ia memulai semuanya dari bawah, dari ranting kecil di desa, menjadi Ketua Partai Golkar Desa Oben.

Tak ada karpet merah dalam perjalanan itu. Ia berjalan perlahan, menyapa masyarakat dari rumah ke rumah, membangun kepercayaan kader, menghadiri rapat-rapat kecil hingga larut malam dan menjaga semangat Golkar tetap hidup di tengah masyarakat desa.

Delapan tahun kemudian, tepat pada 1996, Daniel Taimenas dipercaya menjadi Ketua Partai Golkar Kecamatan Nekamese. Dari sana, perjalanan politiknya terus bergerak. Ia bukan tipe politisi yang lahir karena kedekatan elit atau kekuatan modal besar. Ia tumbuh dari loyalitas dan ketekunan yang dijaga puluhan tahun.

Saat akhirnya dipercaya menjadi anggota DPRD Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas tidak meninggalkan partai. Ia justru semakin aktif di tubuh organisasi Golkar Kabupaten Kupang. Belasan tahun ia mengabdi sebagai pengurus partai di tingkat kabupaten. Sekitar 15 tahun waktunya habis untuk membangun organisasi, mengurus kader dan menjaga soliditas partai.

Hingga akhirnya, perjalanan panjang itu membawanya menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Kupang. Sebuah posisi yang tidak datang dalam semalam, tetapi lahir dari proses panjang selama kurang lebih 38 tahun berjuang bersama Golkar dari tingkat ranting hingga menjadi pemimpin partai di kabupaten.

“Iya, baru satu periode,” ucap Daniel Taimenas sederhana ketika ditanya soal kepemimpinannya sebagai Ketua DPD II Golkar Kabupaten Kupang. Kalimat itu terdengar biasa. Tetapi di balik kesederhanaannya, ada puluhan tahun loyalitas yang tidak semua orang mampu jalani.

  • Ketika Loyalitas Seolah Tak Lagi Diperhitungkan

Kini, di tengah penundaan Musda XI Partai Golkar Kabupaten Kupang, masyarakat mulai bertanya-tanya. Bagaimana mungkin sosok yang mengabdi hampir empat dekade kepada partai justru seperti tidak lagi diperhitungkan dalam bursa calon Ketua DPD II?

Pertanyaan itu muncul bukan tanpa alasan. Sebab di mata banyak kader, Daniel Taimenas bukan sekadar ketua partai. Ia dianggap sebagai simbol konsolidasi Golkar di Kabupaten Kupang. Sosok yang memahami denyut kader hingga ke desa-desa, yang tahu bagaimana menjaga semangat partai tetap hidup di tengah berbagai tekanan politik.

Dalam berbagai konflik internal, Daniel Taimenas dikenal sebagai figur yang memilih merangkul dibanding memecah. Ia hadir sebagai penengah ketika situasi memanas. Ia menjaga komunikasi dengan kader bawah ketika banyak elit sibuk dengan kepentingan politik masing-masing.

Banyak kader percaya bahwa kekuatan utama Golkar Kabupaten Kupang hari ini tidak bisa dilepaskan dari proses panjang yang dibangun Daniel Taimenas bersama kader di akar rumput. Sebab politik di Kabupaten Kupang bukan sekadar soal baliho dan popularitas, tetapi tentang kedekatan emosional dan loyalitas yang tumbuh bertahun-tahun.

Karena itu, hilangnya nama Daniel Taimenas dari pembicaraan utama Musda XI mulai dianggap sebagai sinyal yang mengkhawatirkan. Jangan sampai Golkar perlahan melupakan kader yang membesarkan partai dari bawah. Jangan sampai loyalitas puluhan tahun justru kalah oleh kepentingan sesaat.

DPD I Partai Golkar NTT maupun DPP Partai Golkar tentu memiliki pertimbangan politiknya sendiri. Namun politik yang besar selalu lahir dari kemampuan mendengar suara akar rumput. Sebab ketika kader mulai merasa diabaikan, maka perlahan semangat perjuangan itu bisa ikut memudar.

Hari ini masyarakat Kabupaten Kupang belum bicara soal siapa menang atau siapa kalah di Musda XI. Mereka hanya bertanya sederhana: mengapa sosok yang mengabdi selama 38 tahun kepada Golkar justru seperti perlahan disingkirkan dari rumah yang ia bangun sendiri sejak muda? Dan mungkin, pertanyaan itulah yang hingga detik ini masih menggantung di hati banyak kader Partai Golkar Kabupaten Kupang.

Kupang, 3 Juni 2026

Penulis: Onisimus Selan 

Editor: Chris Bani 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Yosep Kebo dan Gerakan Sunyi Menanam Ribuan Bambu di Tepi Kali Tauf
Menahan Kelahiran, Menahan Kehidupan
Jejak Budaya di Bawah Langit Uisneno
Keluluisan SD se-Kecamatan Amarasi mencapai angka 99,31%
Pelestarian tenun ikat Tais dan Pernikahan adat Amarasi menjadi sorotan di Desa Nekmese
Golkar Kabupaten Kupang Diuji Soal Kesetiaan dan Keadilan, 7 PAC Tantang Arus Besar Pohon Beringin
Toko Karunia Indah Bangunan Oesao, Solusi Cepat dan Lengkap Bangun Rumah Impian
Tangan Dingin Daniel Taimenas Redam Perseteruan Internal Golkar Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:36

Bupati Yosep Kebo dan Gerakan Sunyi Menanam Ribuan Bambu di Tepi Kali Tauf

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:54

Menahan Kelahiran, Menahan Kehidupan

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:49

Jejak Budaya di Bawah Langit Uisneno

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:34

Keluluisan SD se-Kecamatan Amarasi mencapai angka 99,31%

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:10

Golkar Kabupaten Kupang Diuji Soal Kesetiaan dan Keadilan, 7 PAC Tantang Arus Besar Pohon Beringin

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi: ChatGPT

Budaya

Menahan Kelahiran, Menahan Kehidupan

Jumat, 5 Jun 2026 - 08:54

Rombongan Verifikator & produk tais Amarasi; ft: Ansel

Budaya

Jejak Budaya di Bawah Langit Uisneno

Kamis, 4 Jun 2026 - 23:49

Konten tidak bisa disalin.