Jakarta, – Komitmen Bupati Timor Tengah Utara (TTU), , dalam memperjuangkan masa depan generasi muda daerah perbatasan kembali ditunjukkan melalui pertemuan strategis dengan selaku Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Selasa (9/6/2026).
Dalam diskusi terbatas tersebut, Bupati Yosep secara langsung menyampaikan aspirasi masyarakat TTU terkait peluang putra-putri daerah untuk mengabdi sebagai prajurit TNI Angkatan Darat. Ia meminta agar generasi muda dari wilayah perbatasan mendapatkan perhatian dan pembinaan yang lebih optimal dalam proses rekrutmen.
Menurut Yosep, Kabupaten TTU yang berbatasan langsung dengan memiliki banyak pemuda yang memiliki semangat nasionalisme tinggi serta potensi yang tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia. Namun, berbagai keterbatasan, mulai dari akses informasi, sarana pembinaan hingga kesempatan persiapan menghadapi seleksi, masih menjadi tantangan yang harus dihadapi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada kami. Kami berharap putra-putri TTU yang mengikuti seleksi TNI dapat memperoleh perhatian khusus melalui penguatan pembinaan sehingga mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” ujar Bupati Yosep dalam pertemuan tersebut.
Permohonan tersebut bukan semata-mata meminta kemudahan dalam seleksi, melainkan bentuk perjuangan agar generasi muda di wilayah perbatasan memperoleh akses yang lebih adil untuk mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen yang kompetitif.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakasad Letjen TNI Saleh memberikan respons positif. Ia menegaskan bahwa proses penerimaan prajurit TNI AD tetap berpedoman pada prinsip transparansi, objektivitas, dan profesionalisme. Namun demikian, TNI AD terus memberikan perhatian terhadap pembinaan generasi muda di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk Kabupaten TTU.
Menurut Wakasad, pembinaan sejak dini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas calon peserta seleksi dari daerah perbatasan sehingga memiliki daya saing yang lebih baik saat mengikuti tahapan rekrutmen.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten TTU bersama Kodim 1618/TTU akan memperkuat program pembinaan bagi calon prajurit melalui pelatihan fisik, pembentukan mental, serta pendampingan akademik. Program tersebut diharapkan mampu mempersiapkan generasi muda TTU secara lebih matang sebelum mengikuti seleksi TNI.
Langkah yang dilakukan Bupati Yosep dinilai sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah daerah terhadap pengembangan sumber daya manusia di kawasan perbatasan. Selain membuka peluang karier bagi generasi muda, upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan rasa kebangsaan dan pengabdian kepada negara.
Bagi masyarakat TTU, keberhasilan semakin banyak putra daerah yang lolos menjadi prajurit TNI bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga simbol bahwa anak-anak perbatasan memiliki kesempatan yang sama untuk berdiri di garda terdepan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.**









