SUMBA,- Di tengah hamparan sawah yang mulai menghijau di Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat pagi itu, Usman Husin tidak berdiri di balik podium. Ia memilih berada di tengah petani, menginjak lumpur yang sama, merasakan panas matahari yang sama, dan mendengar langsung cerita yang selama ini jarang sampai ke ruang-ruang pengambilan keputusan di Jakarta.
Bagi Usman Husin, petani bukan sekadar angka dalam laporan pembangunan. Mereka adalah tulang punggung ketahanan pangan yang setiap hari berjuang menghadapi cuaca yang tak menentu, keterbatasan sarana produksi, hingga tantangan pemasaran hasil panen.
Karena itulah, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II tersebut kembali memilih turun langsung ke lapangan dalam kunjungan kerjanya di Pulau Sumba. Bersama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Dr. Idha Widi Arsanti, ia melakukan tanam bersama petani di Wewewa Timur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial. Usman Husin memiliki tujuan yang lebih besar: membawa para pengambil kebijakan nasional melihat langsung kondisi riil yang dihadapi petani di daerah.
Ia percaya bahwa kebijakan yang baik harus lahir dari suara masyarakat yang didengar secara langsung, bukan hanya dari laporan di atas meja. Karena itu, ia secara khusus menghadirkan Kepala BPPSDMP ke Pulau Sumba agar dapat menyaksikan sendiri kebutuhan, harapan, dan persoalan yang dihadapi petani setiap hari.
Di sela-sela kegiatan, Usman Husin tampak berbincang akrab dengan para petani. Ia mendengarkan berbagai keluhan mengenai kebutuhan pendampingan, peningkatan produktivitas, hingga harapan akan perhatian yang lebih besar dari pemerintah terhadap sektor pertanian di Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, kemajuan pertanian tidak hanya bergantung pada bantuan sarana dan prasarana, tetapi juga pada kualitas pendampingan yang diberikan kepada petani. Karena itu, setelah kegiatan tanam bersama, Usman Husin menggelar dialog terbuka dengan seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Sumba Raya.
Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa penyuluh merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di desa-desa.
“Para penyuluh adalah sahabat petani. Mereka hadir setiap hari mendampingi petani menghadapi berbagai persoalan di lapangan. Karena itu, peran mereka harus diperkuat dan suara mereka harus didengar,” ujarnya.
Bagi Usman Husin, memperjuangkan kesejahteraan petani berarti juga memperjuangkan para penyuluh yang selama ini menjadi jembatan antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Kepedulian itu tidak berhenti pada satu kegiatan. Setelah menyelesaikan agenda bersama petani dan penyuluh, Usman Husin kembali melanjutkan perjalanan menemui masyarakat dari berbagai wilayah di Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.
Langkah tersebut menjadi bukti bahwa baginya, tugas sebagai wakil rakyat bukan hanya hadir saat rapat dan sidang, melainkan memastikan suara masyarakat desa benar-benar sampai ke pusat pengambilan kebijakan.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, kehadiran langsung seorang wakil rakyat di tengah petani menjadi harapan tersendiri. Sebab bagi Usman Husin, membangun pertanian bukan hanya soal program, tetapi tentang hadir, mendengar, dan berjuang bersama mereka yang setiap hari menjaga ketahanan pangan bangsa.**









