KUPANG,- Di tengah tantangan geografis Nusa Tenggara Timur yang dikenal memiliki medan berat dan rawan bencana, kualitas pekerjaan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Bagi PT Hutama Mitra Nusantara (HMN), kualitas bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang terus diwujudkan dalam setiap proyek yang dikerjakan.
Di bawah kepemimpinan Haji Abdulrahman, perusahaan ini terus menunjukkan kiprah nyata sebagai salah satu mitra strategis pemerintah dalam membangun dan menjaga konektivitas wilayah. Bukan hanya mengejar target pekerjaan, PT HMN hadir dengan standar mutu yang tinggi dan semangat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satu bukti nyata terlihat pada proyek penanganan longsoran di ruas jalan Takari, perbatasan Kota Kupang menuju batas Kota Soe. Lokasi yang rawan pergerakan tanah tersebut membutuhkan penanganan khusus agar akses masyarakat tidak terganggu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
PT HMN dipercaya menangani proyek tersebut dengan metode pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) menggunakan pondasi bored pile beton bertulang sepanjang 70 meter. Konstruksi ini dipilih karena dinilai paling efektif untuk mengantisipasi pergerakan tanah dan memberikan perlindungan jangka panjang terhadap ruas jalan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat.
Dengan manajemen pekerjaan yang terukur, proyek tersebut berhasil diselesaikan sesuai target, sekaligus menjadi bukti bahwa kualitas konstruksi selalu menjadi prioritas utama perusahaan.
Komitmen yang sama juga ditunjukkan melalui pembangunan jalan hotmix Buraen-Teres di Kabupaten Kupang. Kehadiran jalan dengan kualitas yang baik diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Tak berhenti di situ, PT HMN kembali dipercaya mengerjakan pembangunan jalan hotmix Taebenu yang berlokasi di Kelurahan Oebufu. Proyek senilai Rp13,26 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025 tersebut menjadi salah satu pekerjaan strategis dalam meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan.
Namun, salah satu kiprah yang paling mendapat perhatian adalah ketika PT HMN bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur bergerak cepat membantu masyarakat pasca ambruknya Jembatan Oelamasi I, Kabupaten Kupang.
Saat akses utama masyarakat terputus, PT HMN turut ambil bagian dalam pembangunan jalan alternatif sepanjang 202 meter. Jalan darurat tersebut menjadi solusi sementara untuk menjaga konektivitas masyarakat dan memastikan aktivitas ekonomi serta pelayanan publik tetap berjalan.
Langkah cepat itu menunjukkan bahwa bagi PT HMN, pembangunan bukan semata urusan kontrak dan pekerjaan fisik. Lebih dari itu, perusahaan yang dipimpin Haji Abdulrahman tersebut memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat dan siap hadir ketika daerah membutuhkan.
Sejumlah proyek yang telah diselesaikan menjadi catatan tersendiri bahwa PT Hutama Mitra Nusantara tidak hanya membangun jalan dan infrastruktur, tetapi juga membangun kepercayaan. Konsistensi menjaga mutu pekerjaan serta kesigapan mendukung pemerintah dalam menghadapi kondisi darurat menjadi alasan mengapa perusahaan ini terus dipercaya dalam berbagai proyek strategis di Nusa Tenggara Timur.
Karena pada akhirnya, kualitas terbaik bukan hanya terlihat dari hasil pembangunan yang kokoh, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat luas.***
Penulis: Onisimus Selan (Mahasiswa Akhir Ilmu Hukum)









