KUPANG,- Pembangunan tidak hanya lahir dari beton, baja, dan aspal. Di balik setiap jalan, jembatan, maupun gedung yang berdiri kokoh, terdapat sumber daya manusia yang memiliki ilmu, visi, dan kemampuan untuk menjawab tantangan zaman. Karena itu, kualitas pendidikan menjadi fondasi utama bagi masa depan pembangunan.
Kesadaran itulah yang mendorong terjalinnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Keduanya dipertemukan dalam satu tujuan, yakni memastikan lulusan perguruan tinggi tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata pembangunan daerah.
Komitmen tersebut tercermin dalam Workshop Kurikulum yang digelar di Ruang Rapat Lantai 4 Universitas Citra Bangsa, Kamis, 25 Juni 2026. Dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ir. Benyamin Nahak, M.T., hadir sebagai narasumber.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di hadapan para akademisi dan peserta workshop, Benyamin memaparkan pentingnya pembangunan infrastruktur yang tangguh, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastruktur, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia yang merancang, membangun, dan mengelolanya.
Workshop tersebut menjadi ruang kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan dalam menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan pembangunan serta tuntutan dunia kerja, khususnya pada sektor infrastruktur dan keteknikan. Sinkronisasi itu diharapkan mampu memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan lapangan.
Melalui sinergi yang terus diperkuat, pemerintah berharap lahir generasi muda Nusa Tenggara Timur yang inovatif, adaptif, dan kompeten, sehingga mampu menjadi penggerak pembangunan daerah sekaligus menjawab tantangan pembangunan nasional di masa mendatang.***








