KUPANG,- Di tengah tuntutan transformasi yang terus bergerak cepat, pembangunan daerah tidak lagi dapat bertumpu pada kerja masing-masing institusi. Masa depan lahir dari kolaborasi yang mampu menyatukan kepentingan pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor keuangan dalam satu visi besar. Filosofi itulah yang terus diperjuangkan oleh Bank NTT Cabang Oelamasi bersama Pemerintah Kabupaten Kupang melalui berbagai gagasan strategis yang tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga menghadirkan investasi jangka panjang bagi kemajuan Nusa Tenggara Timur.
Selama beberapa tahun terakhir, hubungan sinergis antara Bank NTT Cabang Oelamasi dan Pemerintah Kabupaten Kupang berkembang bukan sekadar sebagai relasi antara bank daerah dan pemerintah sebagai pemegang saham. Lebih dari itu, keduanya membangun kemitraan yang melahirkan berbagai inisiatif pembangunan berbasis keberlanjutan. Setiap peluang yang mampu memperkuat Bank NTT sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat selalu mendapat ruang untuk diwujudkan.
Di balik berbagai langkah tersebut, sosok Bupati Kupang, Yosef Lede, hadir sebagai pemimpin yang membuka pintu selebar-lebarnya bagi setiap kolaborasi yang membawa nilai tambah bagi daerah. Bagi Yosef Lede, Bank NTT merupakan aset strategis milik masyarakat Nusa Tenggara Timur yang harus terus diperkuat melalui perluasan jejaring kemitraan, peningkatan kepercayaan publik, serta pengembangan ekosistem ekonomi yang semakin modern dan inklusif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Komitmen itu kemudian menemukan momentumnya melalui lahirnya Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank NTT dan Universitas Nusa Cendana (Undana) yang ditandatangani di Kantor Pusat Bank NTT pada Jumat, 17 Juli 2026. Kesepakatan tersebut menjadi lebih dari sekadar kerja sama pelayanan jasa perbankan. Ia merupakan buah dari komunikasi yang panjang, pendekatan yang intensif, serta penyamaan visi yang dibangun oleh Bank NTT Cabang Oelamasi dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kupang.
Menurut Pimpinan Bank NTT Cabang Oelamasi, J. Edward Hede, S.E., M.M., terwujudnya Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank NTT dan Universitas Nusa Cendana (Undana) merupakan hasil dari proses penjajakan yang dilakukan secara intensif oleh Bank NTT Cabang Oelamasi bersama tim kerjanya. Proses tersebut dipimpin melalui sinergi Bagian Dana Bank NTT Cabang Oelamasi dengan Divisi Dana Kantor Pusat Bank NTT sebagai bentuk komitmen menghadirkan layanan keuangan yang semakin dekat dengan kebutuhan dunia pendidikan.
Edward menjelaskan, inisiatif tersebut lahir dari kesadaran bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan industri perbankan merupakan kebutuhan strategis di tengah dinamika sektor keuangan yang terus berkembang. Persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, ditambah perubahan kondisi ekonomi serta geopolitik nasional, menuntut hadirnya inovasi layanan yang mampu memberikan kemudahan, efisiensi, dan kepastian bagi masyarakat.
“Karena itu, kami membangun komunikasi dan pendekatan secara berkelanjutan dengan Universitas Nusa Cendana maupun Pemerintah Kabupaten Kupang. Dukungan dan perhatian Bupati Kupang, Bapak Yosef Lede, S.H, menjadi bagian penting dalam mendorong terwujudnya kolaborasi ini,” ujar Edward.
Ia mengungkapkan, seluruh proses tersebut akhirnya memperoleh respons positif dan mencapai momentum bersejarah bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-64 Bank NTT. Pada kesempatan itu dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Bank NTT dan Universitas Nusa Cendana yang ditandatangani oleh Direktur Utama Bank NTT bersama Rektor Universitas Nusa Cendana di Kantor Pusat Bank NTT.
Edward berharap kerja sama tersebut tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi menjadi jembatan yang memperkuat akses masyarakat terhadap layanan pendidikan melalui sistem perbankan yang modern. Melalui pemanfaatan berbagai layanan Bank NTT, termasuk sistem pembayaran digital, orang tua, mahasiswa, maupun calon mahasiswa dapat melakukan berbagai transaksi pendidikan secara lebih cepat, mudah, aman, dan efisien.
Menurutnya, kehadiran layanan tersebut akan memberikan manfaat nyata, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Kupang, dalam mengakses layanan pembayaran biaya pendidikan tanpa harus menghadapi kendala jarak maupun keterbatasan akses. Apalagi, Bank NTT telah memiliki jaringan pelayanan yang menjangkau hampir seluruh wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk berbagai kecamatan di Kabupaten Kupang, sehingga mampu menghadirkan layanan perbankan yang semakin inklusif dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
- Karya Nyata untuk Daerah
Inisiatif di atas memperlihatkan bagaimana pemerintah daerah tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga berperan sebagai katalisator yang menghadirkan peluang-peluang strategis bagi pertumbuhan Bank NTT. Dukungan Bupati Kupang tidak berhenti pada tataran gagasan. Ia secara konsisten mendorong terbentuknya ruang dialog yang mempertemukan kepentingan dunia pendidikan dengan penguatan ekonomi daerah, karena meyakini bahwa investasi terbaik selalu dimulai dari pembangunan sumber daya manusia.
Dalam perspektif tersebut, kampus merupakan pusat lahirnya generasi masa depan, sedangkan Bank NTT adalah instrumen penting yang menopang perputaran ekonomi daerah. Ketika keduanya dipertemukan melalui sebuah kolaborasi strategis, yang dibangun bukan hanya sistem pelayanan keuangan, melainkan fondasi baru bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Kerja sama dengan Universitas Nusa Cendana sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi Bank NTT. Melalui implementasi sistem Virtual Account (VA), seluruh transaksi keuangan di lingkungan universitas akan terintegrasi dalam ekosistem digital Bank NTT. Langkah ini memperluas basis transaksi, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperkuat posisi Bank NTT sebagai bank pembangunan daerah yang adaptif terhadap transformasi digital.
Pemanfaatan Virtual Account akan mencakup hampir seluruh aktivitas pembayaran di lingkungan kampus, mulai dari pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau SPP, biaya pendaftaran mahasiswa baru, registrasi dan daftar ulang, praktikum, laboratorium, studio, hingga pembayaran wisuda.
Layanan tersebut juga mencakup pembayaran asrama mahasiswa, berbagai denda administrasi, biaya sertifikasi, pelatihan, seminar, workshop, legalisasi ijazah, penerbitan transkrip nilai, surat keterangan akademik, hingga pembiayaan kegiatan kemahasiswaan seperti studi lapangan, kunjungan industri, dan berbagai aktivitas organisasi mahasiswa.
Dengan sistem pembayaran yang berlangsung secara real time, transparan, akuntabel, dan aman, Universitas Nusa Cendana memperoleh efisiensi dalam tata kelola keuangan, sementara Bank NTT memperoleh penguatan ekosistem transaksi digital yang berkelanjutan. Sinergi tersebut menghadirkan manfaat yang saling menguntungkan sekaligus memperkuat daya saing bank daerah di tengah perkembangan industri jasa keuangan nasional.
Penandatanganan PKS tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, bersama Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng. Kehadiran kedua pemimpin institusi menjadi simbol bahwa pembangunan daerah membutuhkan kemitraan yang dibangun atas dasar kepercayaan, profesionalisme, dan visi yang sama.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menyebut kerja sama tersebut sebagai momentum penting setelah dalam kurun waktu yang cukup lama layanan transaksi keuangan Universitas Nusa Cendana tidak lagi dikelola oleh Bank NTT. Kepercayaan yang kembali diberikan Undana, menurutnya, merupakan amanah yang harus dijawab melalui pelayanan terbaik bagi seluruh sivitas akademika.
Sebagai bentuk keseriusan, Bank NTT juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pembangunan kantor layanan fungsional di lingkungan Kampus Undana apabila diperlukan. Kehadiran fasilitas tersebut akan semakin mendekatkan layanan perbankan kepada mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh sivitas akademika sehingga transformasi pelayanan dapat berjalan secara optimal.
Lebih jauh dari itu, kerja sama ini memperlihatkan bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak selalu dimulai dari proyek-proyek fisik berskala besar. Ia dapat lahir dari keberanian membangun kemitraan yang tepat, mempertemukan institusi yang saling menguatkan, serta menciptakan ekosistem yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi semua pihak.
Apa yang diinisiasi oleh Bank NTT Cabang Oelamasi bersama Pemerintah Kabupaten Kupang menjadi contoh bagaimana sebuah kolaborasi mampu melahirkan investasi jangka panjang yang memperkuat Bank NTT, mendorong transformasi pendidikan, serta membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Ketika pemerintah hadir dengan tangan terbuka, dunia pendidikan memberikan kepercayaan, dan Bank NTT menjawabnya dengan inovasi, maka yang sedang dibangun sesungguhnya bukan sekadar sistem pembayaran modern, melainkan fondasi baru bagi masa depan Nusa Tenggara Timur yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.(*Humas Bank NTT Cabang Oelamasi)









