Di Antara Sawah dan Laut Ada Nama Usman Husin, Politik yang Menyapa dari Pintu Rumah Rakyat

Jumat, 31 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Fraksi PKB, Usman Husin

Anggota DPR RI Fraksi PKB, Usman Husin

KUPANG,– Di tengah riuhnya politik yang kerap dipersepsikan sebagai panggung perebutan kekuasaan, Usman Husin memilih jalan yang berbeda. Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan NTT II itu memaknai politik sebagai ruang pengabdian, tempat kebijakan diterjemahkan menjadi manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Baginya, keberhasilan seorang wakil rakyat bukan diukur dari banyaknya pidato di ruang sidang, melainkan dari seberapa banyak persoalan warga yang berhasil diselesaikan.

Latar belakang itulah yang membentuk gaya kepemimpinannya. Usman lebih sering terlihat berjalan di pematang sawah, berdialog dengan nelayan, menemui penyuluh pertanian, hingga menyapa kelompok tani di desa-desa terpencil daripada sekadar menghadiri seremoni. Ia percaya, solusi terbaik lahir dari mendengar langsung suara masyarakat. Karena itu, reses baginya bukan sekadar kewajiban konstitusi, tetapi kesempatan memahami denyut kehidupan rakyat dari dekat.

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, fokus perjuangan Usman tidak pernah jauh dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan ketahanan pangan. Ia berulang kali mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penyediaan alat dan mesin pertanian, bibit unggul, penguatan peran penyuluh pertanian lapangan (PPL), hingga perbaikan infrastruktur irigasi. Dalam pandangannya, petani bukan sekadar profesi, melainkan penjaga masa depan bangsa karena merekalah yang memastikan pangan tetap tersedia bagi seluruh rakyat Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cara bekerja Usman juga dikenal sederhana namun konsisten. Setiap kunjungan lapangan selalu diawali dengan mendengar, mencatat, lalu mengawal persoalan itu hingga ke kementerian maupun rapat-rapat di DPR. Saat menemukan kerusakan cekdam di Rote Ndao misalnya, ia langsung berkomitmen mengawal perbaikannya karena menyangkut kehidupan para petani. Pola kerja seperti itu membuat masyarakat melihat bahwa kehadirannya tidak berhenti pada janji, tetapi berlanjut pada upaya mencari penyelesaian.

Kedekatan Usman dengan masyarakat juga lahir dari cara ia memperlakukan setiap orang. Dalam berbagai kunjungan, ia membuka ruang dialog tanpa sekat. Ratusan petani dari berbagai kabupaten di Pulau Sumba bahkan rela menunggu berjam-jam hanya untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Suasana akrab itu menunjukkan bahwa kepercayaan publik dibangun bukan dengan pencitraan, melainkan melalui kehadiran yang berulang dan komunikasi yang tulus.

Di tingkat nasional, Usman tetap membawa suara daerah. Dalam berbagai rapat Komisi IV DPR RI, ia mendorong tata kelola sektor pangan, pertanian, dan kelautan yang lebih efektif, termasuk pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran dan program pemerintah agar benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat. Baginya, setiap rupiah anggaran negara harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pelayanan dan pembangunan yang nyata.

Tak mengherankan jika banyak warga memandang Usman Husin bukan hanya sebagai anggota DPR RI, tetapi sebagai mitra perjuangan. Ia hadir ketika petani membutuhkan alat pertanian, mendampingi kelompok wanita tani, memperjuangkan bantuan bagi nelayan, hingga mendorong gerakan tanam serempak sebagai bagian dari cita-cita besar swasembada pangan. Keberpihakannya kepada masyarakat kecil menjadi identitas yang terus melekat dalam perjalanan politiknya.

Style pelayanan Usman Husin mengingatkan bahwa politik akan selalu menemukan maknanya ketika dijalankan dengan hati. Dari desa-desa di Nusa Tenggara Timur hingga ruang-ruang pengambilan keputusan di Senayan, ia berusaha menjembatani harapan rakyat dengan kebijakan negara. Di situlah letak kekaguman masyarakat terhadap dirinya: bukan karena gemerlap jabatan, melainkan karena konsistensinya menjadikan politik sebagai jalan pengabdian, serta keyakinannya bahwa kesejahteraan petani, nelayan, dan masyarakat desa adalah fondasi bagi masa depan Indonesia.

Penulis: Chris Bani 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pihak Bildad Thonak Minta Polda NTT Lanjutkan Proses Hukum dan Semua Fakta Harus Diuji
Stevano dan Perjuangan Menjaga Mimpi Anak-Anak Sumba Timur
Polemik Kepengurusan Swasti Sari, Pengurus Tegaskan Mekanisme UKK
Estafet Kepemimpinan HIMARASI Berlanjut, Pesan Ary Buraen Dibawa Spirit “Im Tabua Tafena Amarasi”
BPJN NTT Sukses Tangani Proyek Sabuk Merah di Ujung Negeri, Jalan yang Membawa Harapan
KKJ NTT dan AJI Kupang Bersuara: Bildad Tonak Diantara Pemberitaan dan Penghakiman
Dugaan Muskot Ilegal Guncang PBVSI Kota Kupang, Empat Orang Dilaporkan ke Polisi
Anatomi Problematika Pendidikan Dasar di Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 02:25

Pihak Bildad Thonak Minta Polda NTT Lanjutkan Proses Hukum dan Semua Fakta Harus Diuji

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:35

Stevano dan Perjuangan Menjaga Mimpi Anak-Anak Sumba Timur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 00:28

Polemik Kepengurusan Swasti Sari, Pengurus Tegaskan Mekanisme UKK

Minggu, 9 Agustus 2026 - 03:30

Estafet Kepemimpinan HIMARASI Berlanjut, Pesan Ary Buraen Dibawa Spirit “Im Tabua Tafena Amarasi”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 02:24

BPJN NTT Sukses Tangani Proyek Sabuk Merah di Ujung Negeri, Jalan yang Membawa Harapan

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.