KUPANG,- Penguatan kapasitas insan pers dinilai menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan cepat ekosistem media digital. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi yang difasilitasi Yayasan Ume Daya Nusantara (UDN) bersama sejumlah jurnalis di Kabupaten Kupang, Kamis (13/8/2026), dengan menghadirkan wartawan senior Matheos Messakh sebagai narasumber.
Dalam forum tersebut, Matheos menekankan pentingnya penyegaran pengetahuan jurnalistik secara berkala agar wartawan tidak terjebak pada rutinitas kerja dan tetap berpegang pada prinsip dasar jurnalistik. Menurut dia, perkembangan teknologi dan kecepatan media online harus berjalan seimbang dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang bekerja di dalamnya.
Matheos menilai, salah satu tantangan media saat ini adalah semakin minimnya proses penyuntingan berlapis sebelum sebuah berita dipublikasikan. Karena itu, ia mendorong penerapan kembali cross editing, yakni proses saling memeriksa dan memberikan masukan terhadap karya jurnalistik antarrekan sebelum berita diterbitkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Matheos, editing bukanlah proses untuk mencari kesalahan penulis, melainkan bagian dari mekanisme menjaga akurasi, ketajaman informasi, struktur tulisan, serta etika jurnalistik. Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada formula tunggal untuk menghasilkan sebuah lead berita. Lead yang baik, kata dia, adalah yang mampu menggambarkan fakta secara tepat sekaligus menyampaikan inti informasi kepada pembaca.
Di tengah pertumbuhan media online yang menuntut kecepatan, ruang evaluasi terhadap karya jurnalistik justru dinilai semakin penting. Wartawan didorong untuk terbuka terhadap kritik, melakukan evaluasi mandiri, dan membangun budaya saling mengoreksi. Langkah tersebut diyakini dapat memperkuat profesionalisme sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap media.
Sementara itu, perwakilan UDN, Simon Sadi Open, mengapresiasi kontribusi insan pers dalam mengangkat berbagai isu sosial dan pembangunan, terutama yang berkaitan dengan kelompok rentan. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi masyarakat sipil dan media menjadi penting agar isu publik tidak hanya diberitakan, tetapi juga dapat dipahami masyarakat secara lebih luas dan tepat.
Simon menjelaskan, UDN juga mendorong perhatian media terhadap isu ketahanan pangan, perubahan iklim, kelompok rentan, perempuan, anak, penyandang disabilitas, serta kelompok minoritas. Ancaman perubahan iklim dan potensi kekeringan yang dapat berdampak terhadap NTT, menurut dia, membutuhkan peran media dalam menyampaikan informasi edukatif sehingga masyarakat memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan yang lebih baik.
Melalui forum tersebut, UDN berharap diskusi tidak berhenti pada peningkatan kemampuan teknis menulis, tetapi berkembang menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan antara media, masyarakat sipil dan pemangku kepentingan. Berbagai karya jurnalistik yang mengangkat isu perdagangan orang, perubahan iklim, ketahanan pangan dan kelompok rentan juga dapat menjadi bagian dari dokumentasi advokasi UDN bersama mitra. Kehadiran Matheos Messakh sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi jurnalis untuk memperkuat kembali fondasi jurnalistik di tengah tuntutan media digital yang semakin cepat.***









