Apa jadinya bila Ujian Nasional dihapus?

Rabu, 30 November 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

gambar ilustrasi dari sinarberita.com

gambar ilustrasi dari sinarberita.com

Apa Jadinya Bila Ujian Nasional Dihapus?

Heronimus Bani
Heronimus Bani
Semalam (29/11/2016) ketika melihat di layar televisi, ada berita tentang Ujian Nasional yang diwacanakan untuk dihapus, ada pertanyaan dari beberapa orang tua pada saya (yang guru di desa). Apa yang terjadi bila UN dihapus? Saya berusaha menjawab sekenanya saja. Paling kurang ada yang saya jawab seperti ini:

1.Bila UN dihapus, maka beban mengajar guru akan bertambah. Guru harus mengajar sebaik-baiknya agar siswa memiliki pengetahuan yang plus mengingat selama ini UN menjadi tolok-ukur memasuki perguruan tinggi (negeri). Jika selama ini pelajaran extra time yang diberikan dengan simulasi ujian (try out) telah menjadi langganan para guru, maka ketika UN dihapus kemungkinan para guru harus dapat memperkaya siswa secara extra juga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

2.Bila UN dihapus para siswa akan bergembira. Mereka tidak repot-repot belajar lebih giat. Mereka tidak akan direpotkan dengan mempersiapkan diri menghadapi UN dimana harus mengikuti paling kurang dua kali try out. Mereka tidak harus gugup dan terbeban secara psikologis lagi berhadapan dengan para pengawas (yang bukan gurunya), dan pengawas independen yang datang dari luar sekolah. Para siswa kelas akhir akan melenggang meninggalkan sekolah dengan lambaian selamat tinggal pada para guru, adik kelas dan tenaga kependidikan di sekolah itu.

3.Bila UN dihapus Perguruan Tinggi (PT) mungkin akan melakukan testing secara lebih ketat. Selama ini PT menyeleksi mahasiswa melalui: undangan, sistem penerimaan mahasiswa secara terpadu, sistem penerimaan oleh universitas sendiri. Semuanya melakukan test awal sebelum penentuan akhir untuk diterima/ditolak, terlebih berhubungan dengan kuota yang ditentukan oleh Universitas itu sendiri.

Kira-kira begitulah yang saya prediksikan sebagai seorang guru. Entahlah apa kata para pengamat dan praktisi pendidikan.

Mantan Mendikbud, Anies Baswedan sebagaimana dikutip https://newsdetik.com/ hasil Ujian Nasional menjadi acuan seleksi untuk jenjang sekolah yang lebih tinggi. Ujian Nasional tidak lagi menjadi syarat kelulusan dari satu satuan pendidikan dasar dan menengah.

Sementara itu Presiden, Joko Widodo masih mempertanyakan standar-standar ujian dan kualitas pendidikan Indonesia. Masih dibutuhkan suatu rapat terbatas untuk membahas hal ini sebelum diputuskan. Demikian sebagaimana dikutip oleh http://www.dream.co.id/

Kencangnya angin wacana penghapusan UN sesungguhnya merupakan kabar yang belum pasti. Sebahagian praktisi dan pengamat masih memperdebatkan hal ini. Pro-kontra masalah penghapusan UN masih bergulir.
Jawaban yang paling pasti adalah ketika Presiden RI, Joko Widodo dan para pembantunya di bidang Pembangunan Manusia melakukan rapat terbatas. Mari menunggu.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan
Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok
Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School
JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat
BP IKIF 2026-2027 Dilantik, Semangat Membangun Fatuleu Menggema dari Ekateta
Asten Bait Motivasi Siswa SMA di Amarasi Barat: Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Generasi Kupang
CATATAN REDAKSI: Bore Pile, Solusi Serius Krisis Infrastruktur dan Longsor Ekstrim di Amfoang Tengah
Rico Nitti dan Jalan Sunyi Anak Muda Menjaga Kepercayaan, Bertumbuh dari Tantangan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 04:56

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan

Selasa, 14 April 2026 - 12:06

Menembus Batas Desa: Asten Bait Nyalakan Asa Pendidikan di Pelosok

Selasa, 7 April 2026 - 14:06

Bupati Kupang Lepas Alumni Pejuang Digital: Misi Sunyi Kelas Konvensional ke Smart School

Minggu, 5 April 2026 - 03:00

JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat

Rabu, 1 April 2026 - 18:41

BP IKIF 2026-2027 Dilantik, Semangat Membangun Fatuleu Menggema dari Ekateta

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.