KUPANG,- Di dunia usaha, perjalanan tidak selalu berjalan lurus. Ada tikungan, ada tanjakan, bahkan kadang badai kecil yang datang tanpa diduga. Namun bagi Riko Yusanto Nitti, semua itu adalah bagian dari proses panjang yang harus dijalani dengan kepala tegak dan hati yang tenang.
Sebagai anak muda yang sedang merintis usaha, Riko memahami bahwa dinamika dalam bisnis merupakan sesuatu yang wajar. Perbedaan pandangan maupun polemik yang muncul dalam perjalanan usaha sering kali hanyalah bagian dari interaksi sosial dalam dunia bisnis yang dinamis.
Yang pasti, Riko menegaskan satu hal yang menjadi prinsip hidupnya: tidak pernah ada niat sedikit pun untuk merugikan mitra usaha. Baginya, kepercayaan adalah fondasi utama dalam membangun kerja sama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tumbuh dari keluarga pekerja keras, Riko lahir di Tunbaun, Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, 1 Oktober 2003. Ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan Jekson Nitti dan Margarita Niti Takoi..Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menanamkan nilai kerja keras dan tanggung jawab.
Di rumahnya, usaha bukan sekadar mencari keuntungan. Usaha adalah tentang menjaga nama baik keluarga dan membangun masa depan dengan kerja yang jujur.
Sebagai anak sulung, Riko terbiasa memikul tanggung jawab lebih besar. Ia belajar bahwa setiap langkah harus dijalani dengan kesungguhan, karena setiap keberhasilan maupun kegagalan akan selalu membawa nama keluarga di dalamnya. Nilai-nilai itulah yang kemudian membentuk karakter Riko dalam menjalankan usahanya hari ini.
Perjalanan usaha Riko tidak dimulai dari tempat mewah. Di sebuah lahan seluas sekitar 500 meter persegi di RT 12/RW 06 Desa Oelomin, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, aktivitas usaha itu berjalan setiap hari.
Dari halaman sederhana tersebut, berbagai komoditas hasil bumi Nusa Tenggara Timur dipilah, disortir, dan dipersiapkan untuk dikirim ke berbagai daerah. Tempat itu mungkin terlihat sederhana, tetapi dari sanalah harapan besar terus bergerak.
Karung-karung hasil bumi datang dari para petani. Tangan-tangan pekerja memilah dengan teliti. Lalu semuanya dipersiapkan untuk menempuh perjalanan panjang menuju pasar yang lebih luas.
Melalui usaha yang dijalankan bersama Rijanni Farm, Riko ikut mengambil peran dalam menghubungkan hasil bumi NTT dengan pasar di berbagai kota besar, bahkan hingga mancanegara. Komoditas yang ditangani dalam usaha tersebut berasal dari berbagai daerah di NTT. Di antaranya asam, jambu mente, nikis kabate, kemiri kulit dan kemiri isi, arang batok kelapa, biji gewang, kopra, cangkang kemirindab masih banyak lagi.
Bagi Riko, setiap komoditas bukan sekadar barang dagangan..Di dalamnya ada cerita tentang kerja keras petani, tentang tanah NTT yang keras namun kaya akan potensi, serta tentang harapan agar hasil bumi daerah dapat memiliki nilai lebih di pasar yang lebih luas.
Menjalankan usaha di usia yang masih sangat muda tentu bukan hal mudah. Berbagai tantangan datang silih berganti. Namun bagi Riko, tantangan justru menjadi ruang belajar yang berharga.
Ia percaya bahwa setiap usaha yang besar selalu melewati proses panjang. Proses itulah yang membentuk ketahanan, kedewasaan, dan kemampuan untuk terus berkembang.
“Semua ini adalah bagian dari perjalanan. Yang penting kita tetap menjaga niat baik dan terus bekerja,” katanya sembari tersenyum.
Jaga Hubungan Baik dengan Mitra
Dalam dunia bisnis, kerja sama adalah kunci. Riko menyadari benar bahwa usaha tidak mungkin berjalan sendirian. Di balik setiap langkah usaha selalu ada mitra, petani, pekerja, dan berbagai pihak yang terlibat dalam rantai usaha tersebut. Karena itu, menjaga hubungan baik dan komunikasi yang sehat menjadi hal yang sangat penting.
Ia berharap dinamika yang terjadi dalam perjalanan usaha tidak mengurangi semangat kebersamaan dan kerja sama yang telah terbangun selama ini. Justru sebaliknya, semua pengalaman itu diharapkan dapat menjadi pelajaran untuk memperkuat kerja sama ke depan.
Di usianya yang baru memasuki awal dua puluhan, perjalanan Riko tentu masih sangat panjang. Namun langkah-langkah yang ia bangun hari ini menunjukkan satu hal penting: bahwa anak muda NTT memiliki potensi besar untuk berkembang dan membawa hasil bumi daerah ke panggung yang lebih luas.
Dengan kerja keras, ketekunan, serta komitmen menjaga kepercayaan, Riko berharap usaha yang ia jalankan dapat terus bertumbuh dan memberi manfaat bagi banyak orang. Sebab pada akhirnya, dunia usaha bukan hanya soal keuntungan.
Tetapi tentang kepercayaan, kerja keras, dan keberanian untuk terus melangkah. Dari sebuah halaman sederhana di Nekamese, perjalanan itu terus berjalan.**









