CATATAN REDAKSI: Bore Pile, Solusi Serius Krisis Infrastruktur dan Longsor Ekstrim di Amfoang Tengah

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Jurnalis Chris Bani dengan latar belakang Observatorium Timau

Foto Jurnalis Chris Bani dengan latar belakang Observatorium Timau

Oleh: Chris Bani, S.H (Jurnalis)

Hasil investigasi lapangan yang dilakukan redaksi CMB News pada ruas jalan Fatumonas–Bonmuti hingga Bitobe di Amfoang Tengah menunjukkan satu kesimpulan yang tak bisa lagi diabaikan. Kerusakan jalan di wilayah ini bukan sekadar persoalan permukaan, melainkan persoalan struktur tanah yang rentan dan terus bergerak.

Di sejumlah titik, badan jalan terlihat mengalami penurunan, retakan memanjang, hingga longsoran yang menggerus sebagian konstruksi. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa pendekatan penanganan konvensional tidak lagi memadai. Penanganan darurat tanpa solusi struktural hanya akan menjadi pekerjaan berulang yang menghabiskan anggaran tanpa hasil jangka panjang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam konteks ini, redaksi memandang bahwa penggunaan metode bore pile (pondasi tiang bor) layak dipertimbangkan secara serius oleh pihak terkait, khususnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan PUPR.

Metode ini bukan tanpa preseden. Pada beberapa titik di wilayah Takari, termasuk di kawasan Tanjung Takari, serta proyek penanganan jalan di Taebenu, Kota Kupang, penggunaan bore pile terbukti mampu mengatasi persoalan longsor yang serupa. Artinya, pendekatan ini telah teruji secara lokal dan relevan dengan karakteristik geografis wilayah Timor.

Secara teknis, bore pile bekerja dengan menembus lapisan tanah yang labil hingga mencapai lapisan tanah keras di kedalaman tertentu. Dalam kondisi lereng curam seperti di Amfoang Tengah, struktur ini dapat berfungsi sebagai dinding penahan tanah yang kokoh, menahan pergerakan lateral dan mencegah longsoran lanjutan.

Selain itu, kemampuan bore pile dalam menyalurkan beban ke lapisan tanah yang lebih stabil menjadikannya solusi yang tidak hanya memperbaiki, tetapi juga memperkuat struktur jalan secara menyeluruh. Metode ini juga memiliki keunggulan minim getaran saat pengerjaan, sehingga tidak memperparah kondisi tanah di sekitarnya yang sudah rentan.

Namun demikian, redaksi menegaskan bahwa penggunaan bore pile tidak boleh dilakukan secara serampangan. Setiap perencanaan wajib diawali dengan penyelidikan tanah yang komprehensif, seperti soil boring test atau sondir. Tanpa data geoteknik yang akurat, pembangunan justru berisiko gagal dan membahayakan pengguna jalan.

Lebih jauh, kombinasi dengan teknologi pemantauan seperti inclinometer juga menjadi penting untuk mendeteksi pergerakan tanah dan menentukan secara presisi kedalaman bidang gelincir. Pendekatan berbasis data ini akan memastikan bahwa setiap intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran.

Jika tidak segera ditangani secara serius dan ilmiah, ruas jalan ini berpotensi mengalami kerusakan yang lebih parah, bahkan mengancam keterisolasian wilayah Amfoang. Padahal, akses jalan ini merupakan urat nadi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga pelayanan dasar.

Karena itu, catatan ini tidak semata menjadi kritik, tetapi juga rekomendasi konstruktif. Pemerintah, melalui BPJN dan PUPR, diharapkan tidak hanya hadir dengan solusi cepat, tetapi juga solusi yang tepat dan berkelanjutan.

Salah satu titik yang hampir putus akibat longsor.

Masyarakat Amfoang membutuhkan lebih dari sekadar tambal sulam. Mereka membutuhkan jaminan akses yang aman, kuat, dan tahan terhadap tantangan alam yang terus berulang.**

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir
Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat
Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 
Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih
Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang
Ultimatum 48 Jam!! Forum Wartawan NTT Desak Kapolda Evaluasi Kapolres TTU
Ketika Pengkhianatan Rumah Tangga Bersembunyi di Balik Seragam ASN
Polisi Kejar Pelaku Pembobolan Minimarket dan ATM BRI di Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:42

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 September 2026 - 09:34

Upaya RJ Belum Temukan Titik Temu, Kuasa Hukum Teldi Mooy Minta Penyidik Dalami Penguasaan Sertifikat

Jumat, 25 September 2026 - 21:21

Rote Ndao Sebelum 2029: Komitmen Politik Usman Husin Memilih Berjuang dari Senayan 

Jumat, 25 September 2026 - 05:39

Mengenal Peran Agrinas di Garis Depan Pembangunan Kopdes Merah Putih

Jumat, 25 September 2026 - 03:41

Cerita Air Bersih dan Kepedulian Polri di Kabupaten Kupang

Berita Terbaru

ilustrasi oleh AI: berbicara di depan orang lain;

Gaya Hidup

Ketika ayat terlalu sering keluar dari bibir

Senin, 28 Sep 2026 - 22:42

Konten tidak bisa disalin.