Petrus, Mungkin Tidak Mungkin

Kamis, 16 Februari 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yesus menolong Petrus

Yesus menolong Petrus

Petrus, Mungkin Tidak Mungkin

(Matius 14:22-36)

Pagi ini (16/02/17) saya membuka santapan harian elektronik. Saya membaca renungan singkat yang didasarkan pada kisah Yesus berjalan di atas air. Setelah membaca renungan itu, saya terinspirasi untuk menulis dalam persepsi sosio-politik sebagaimana kondisi hari-hari ini di sekitar kita. Saya teringat lelucon rohani siswa sekolah, bahwa Yesus ketika bersekolah, pada mata pelajaran olahraga renang, Ia disuruh berenang ternyata Ia memilih berjalan di atas air. Tentulah itu hanya lelucon belaka. Tetapi, satu kepastian bahwa Yesus berjalan di atas air, berjalan mengikuti perahu yang sedang ditumpangi para murid-Nya. Para murid-Nya sendiri menjadi ketakutan karena hari menjelang pagi, sehingga mereka menganggap sosok yang mengikuti mereka itu adalah hantu.Suatu ketakutan dan kekuatiran yang wajar.

Petrus, sebagaimana sudah menjadi pengetahuan umum para pengikut Yesus, ia seorang yang agresif. Ketika ia mengetahui bahwa yang datang itu adalah Gurunya, ia segera memohon agar praktik nyata berjalan di atas air dapat pula dilakukan olehnya. Yesus tidak menolak. Ia memintanya turun dari perahu, lalu berjalan di atas air menuju ke arah Yesus.

Kisah ini menarik, catatan Matius tidak menjelaskan jarak kapal dengan Yesus yang sedang berjalan mengapung di atas air. Walau begitu orang dapat menduga bahwa jaraknya dekat sehingga mereka dapat berbicara dan saling mendengar antara permintaan Petrus dan jawaban Yesus yang memenuhi permintaan itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bayangkanlah saudara, bahwa Petrus pasti membayangkan tentang kemungkinan ia dapat berjalan di atas air seperti gurunya. Kalau gurunya bisa, dan apalagi gurunya tidak menolak permintaan, maka ia pasti bisa juga. Lalu, ia pun turun dari kapal dan memulai kemungkinan itu. Satu langkah, dua, tiga dan entah langkah ke berapa, ia malah melorot dan hendak tenggelam. Keyakinan pada kemungkinan yang sudah pasti menjadi tidak mungkin. Padahal, ada Yesus Penguasa alam yang telah memintanya untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan-Nya. Petrus merasa kemungkinan itu tidak lagi menjadi miliknya. Ia pasrah pada keadaan dimana tubuhnya yang semula ringan sekarang menjadi berat sehingga mudah tenggelam.

Saudaraku, beberapa waktu ini kondisi sosial-politik secara nasional dan daerah cukup hangat tensinya, bahkan cenderung panas. Segala prediksi kemungkinan akan terjadi sesuatu mengantar perasaan was-was menghadapi kondisi itu. Pilkada (gub, bupati, walikota) di 101 daerah (propinsi, kabupaten, kota) menjadikan pesta demokrasi itu adalah suatu kemungkinan yang telah direncanakan. Prediksi kemenangan para paslon dengan kesiapan euforia pesta kemenangan disiapkan untuk menyambutnya. Kekalahan! Siapa sudi mempersiapkan diri untuk kalah. Orang akan berkata, “tidak mungkin kalah!” Sedangkan paslon yang menang, memanjatkan syukur dan pujian kepada Tuhan sambil menyampaikan bahwa itulah kemenangan rakyat. Sangat puitis dan politis.

Para praktisi politik telah berlaga dengan mengikutsertakan rakyat pemegang kedaulatan (hak suara). Mereka telah memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi, yang pada akhirnya menjadi nyata atau bahkan sebaliknya menjadi kabur dan mengecewakan. Hanya orang-orang yang berjiwa besar sajalah yang dapat menerima kenyataan bahwa mereka telah berada dalam kondisi kekalahan, sebagaimana Petrus melorot dan tenggelam dan meminta pertolongan Gurunya, dan pada orang-orang berjiwa besar pula yang mau mengulurkan tangan untuk berjalan bersama mereka yang kalah. Yesus mengulurkan tangan-Nya dan menolong Petrus untuk masuk kembali ke dalam perahu. Para murid Yesus yang berada di dalam perahu menyambut Yesus dan Petrus dengan sukacita tanda kemenangan Petrus. Mungkin ada yang mencibir, “lu mau coba na!” Tapi,

sangat jentelmen dan elegan menerima yang kalah dalam kebersamaan. Petrus mengakui keterbatasannya. Ia memohon Yesus menolongnya. Praktisi politik yang kalah dalam pesta demokrasi, baiklah menjadi sahabat dari yang menang, dan demikian juga yang menang ulurkanlah tangan untuk merangkul rival menjadi sahabat.

Dengan cara itu semua akan keluar sebagai pemenang agar klaim bahwa rakyatlah yang memenangkan “pertarungan” dalam pesta demokrasi itu benar-benar menyejukkan. Hal itu sama seperti ketika rombongan Yesus dan para murid melanjutkan perjalanan di atas perahu. Perahu melaju tanpa masalah lagi dan berlabuh dengan selamat.

Heronimus Bani

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan
JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat
CATATAN REDAKSI: Bore Pile, Solusi Serius Krisis Infrastruktur dan Longsor Ekstrim di Amfoang Tengah
Rico Nitti dan Jalan Sunyi Anak Muda Menjaga Kepercayaan, Bertumbuh dari Tantangan
Reputasi Pengusaha Rico Nitti Diuji, Integritas di Atas Segalanya, Kepercayaan Mitra di Garda Utama
Integritas Bupati Kupang dan Prinsip Praduga Tak Bersalah dalam Negara Hukum
Shirley Manutede Langkah Syahdu Nan Mematikan, Kejaksaan Konsisten Bantai Koruptor 
Menimbang Pasal 406 KUHP dalam Perspektif Negara Hukum, Kepastian Konstitusional, dan Doktrin Pemidanaan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 04:56

Kerja Keras Tanpa Batas: Maruarar Sirait Wujudkan Sila Kelima di Sektor Perumahan

Minggu, 5 April 2026 - 03:00

JEJAK BATU DI JALAN GELAP: Ketika Pengeroyokan Menghapus Masa Depan Seorang Sopir dan Hukum Jalan di Tempat

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:23

CATATAN REDAKSI: Bore Pile, Solusi Serius Krisis Infrastruktur dan Longsor Ekstrim di Amfoang Tengah

Minggu, 8 Maret 2026 - 02:54

Rico Nitti dan Jalan Sunyi Anak Muda Menjaga Kepercayaan, Bertumbuh dari Tantangan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 04:02

Reputasi Pengusaha Rico Nitti Diuji, Integritas di Atas Segalanya, Kepercayaan Mitra di Garda Utama

Berita Terbaru

Konten tidak bisa disalin.